pray, play and stay together

Alexander The Great, Monotheis?

July 27, 2010 | In: Religion

*

Alexander The Great dianggap sebagai raja monotheis dikaitkan dengan monotheisme yang dianut oleh gurunya yaitu Aristotle murid Plato yang mana kita ketahui bahwa Plato adalah murid Socrates.

Mirza Tahir Ahmad (Khalifah keempat dari Komunitas Muslim Ahmadiyah) menyatakan dalam bukunya “Revelation, Rationality, Knowledge and Truth” bahwa Socrates adalah seorang nabi Yunani kuno, meskipun kualitas kenabiannya masih menjadi subyek perdebatan namun kepandaian dan fungsi aktifnya sebagai kompas moral bisa diambil sebagai acuan atau pengganti sebuah wahyu [1].

Berdasarkan catatan sejarah kuno Socrates adalah seorang filosof yang dihukum mati karena mempercayai Tuhan yang Esa (monotheis) yang tidak sesuai dengan keyakinan negara pada saat itu, kepercayaan Socrates terhadap Tuhan yang Esa bisa diketahui dari cerita persidangan tentang hukuman mati socrates yang disajikan secara rinci didalam APOLOGY, CRITO AND PHÆDO OF SOCRATES karya Plato dan buku berjudul SOCRATES karya Voltaire.

Sebagaimana halnya Socrates, Aristotle juga dianggap tidak menghormati dewa-dewa Yunani dan dia meyakini bahwa alam semesta ini berpusat pada satu “penggerak yang tidak bergerak” atau “unmoved mover” atau “prime mover” yang disebut Theos (Tuhan).

Aristotle menjadi guru Alexander pada tahun 343 SM atas permintaan Raja Phillip, interaksi antara Aristotle dan Alexander mulai berkurang sekitar tahun 342 SM karena perbedaan prinsip dan ambisi, diperkirakan sekitar tahun 340 SM Aristotle pulang ke kampung halamannya di Stagira.

Di tahun 335 SM, sesudah Alexander naik tahta, Aristotle kembali ke Athena dan di situ dibukanya sekolahnya sendiri, Lyceum. Dia berada di Athena dua belas tahun, satu masa yang berbarengan dengan karier penaklukan militer Alexander. Alexander tidak minta nasehat kepada bekas gurunya, tetapi dia berbaik hati menyediakan dana buat Aristotle untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan, walau begitu, pertaliannya dengan Alexander mengandung pelbagai bahaya. Aristotle menolak secara prinsipil cara kediktatoran Alexander dan tatkala si penakluk Alexander menghukum mati keponakan Aristotle dengan tuduhan menghianat, Alexander punya pikiran pula membunuh Aristotle [2].

Beberapa waktu sebelum kematiannya, Alexander mulai mencurigai plot Aristotle melawan dirinya  dan mengancam Aristotle.  Aristotle sudah tidak bisa menyembunyikan rasa muaknya untuk berpura-pura atas kedewaan Alexander, dan raja telah merealisasikan ancamannya tersebut dengan menuduh keponakan Aristotle yaitu Callisthenes sebagai penghianat. tradisi meluas di jaman itu yang menduga bahwa Aristotle berperan dalam kematian Alexander, meskipun hanya ada sedikit bukti untuk itu [3].

Callisthenes yang merupakan keponakan dan juga murid Aristotle dianggap sebagai penghianat dan dihukum mati karena memimpin oposisi menentang Alexander, yang paling membuat Alexander jengkel adalah penentangan terhadap Proskynesis; yaitu ritual yang diperkenalkan oleh Alexander yang dilaksanakan pada saat seseorang menghadap raja yang mana Callisthenes menganggap ritual tersebut lebih pantas dilakukan untuk para dewa.

Jadi apakah benar Alexander The Great adalah seorang raja Monotheis? Bukti dan catatan sejarah yang ada saat ini lebih mengarah kepada kemusyrikan Alexander daripada ketauhidannya.

Wallahu a’lam.

Referensi:

[1] Wikipedia: Socrates

[2] H. Mahbub Djunaidi (1982), terjemahan Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah oleh Michael H. Hart, 1978

[3] Peter Green, Alexander of Macedon, 1991 University of California Press, Ltd. Oxford, England. Library of Congress Cataloging-in-Publication Data, p.379,459

Share This Post


6 Responses to Alexander The Great, Monotheis?

Halim

July 27th, 2010 at 7:51 PM

Terimakasih anda mengundang saya dalam forum ini.
Bagus artikel ini, tetapi anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat, sebgmna tulisan Peter Green, Alexander of Macedon, 1991, diatas yg menuduh alexander hendak membunuh gurunya sendiri. ini jelas kesalahan fatal penulis barat dalam mengkaji sejarah.
dengan melihat silsilah guru alexander maka dari sini satu bukti nyata bahwa Alexander adalah benar-benar beriman karena berada dalam bimbingan guru-guru yang beriman pula yaitu Aristotles > Plato > Socrates.
dan ini salah satu bukti shahih bahwa Alexander adalah Zulqarnain Quranik.
Bahkan, ayat Qur’an mengenai keputusan Alexander Zulqarnain utk menghukum semua orang yang bersalah (aniaya/zhalim/kafir) dan memberi penghargaan kepada semua orang yangberiman dan beramal shalih berbuat baik. Konteks kalimat Zulqarnain ini adalah buah dari pendidikan filsafat monoteistik yang diajarkan oleh Aristotles. baca Quran surat Al Kahfi ayat 86-88:

(86) Hattaa i-dzaa bala-gha maghribasy syamsi wa jadahaa taghrubu fii ‘ainin hami-atin wa wajada ‘indahaa qauman Qulnaa yaa dzalqarnaini immaa an tu’adz-dziba wa immaa an tatta-khi-dza fiihim husnaa.
Arti: Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari (maghribasy syamsi) , dia melihat matahari terbenam di dalam mata air yang berlumpur hitam (‘ainin hami-atin), dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata:”Hai Zulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”.

(87) Qaala ammaa man zhalama fa saufa nu’adz-dzibuhuu tsumma yuraddu ilaa rabbihii fa yu’adz-dzibuhuu ‘a-dzaaban nukraa
Arti: Berkata Zulqarnain: ”Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.
(88) Wa ammaa man aamana wa ‘amila shaalihan fa lahuu jazaa-anil husnaa wa sa naquulu lahuumin amrinaa yusraa
Arti: Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami”.

Anda tahu bahwa Alexander berjaya membina lebih 10 kota (termasuk Iskandaria di Mesir, dan Kandahar di Afghanistan semua dari nama diri Alexander/iskandar) ini membuktikan bahwa Alexander / Iskandar adalah raja pembebas yang mengajari kaum bodoh dan mengukuhkan orang yang berilmu. dengan hidup bermasyarakat (urban) di kota maka peradaban dapat dibangun. teori sosiologi perkotaan menguatkan hal itu. jadi ini sesuai dengan hadist yg pernah saya sebutkan:
Hadist t yang dinukil oleh Ath-Thabari dan Muhammad bin Rabi’ Al Jizi dalam kitab Ash-Shahabah Alladziina Nazalu Mishr, dengan sanad yang terdapat di dalamnya Ibnu Lahi’ah, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada nabi SAW tentang Zulqarnain, maka beliau SAW bersabda:
“Dia Zulqarnain berasal dari Romawi. Dia diberi kekuasaan sampai ke Mesir dan mendirikan kota Iskandaria (Alexander). Ketika selesai dia didatangi oleh malaikat lalu dinaikkan. Malaikat itu berkata, ”Lihatlah apa di bawahmu”. Dia berkata, ”Aku melihat satu kota”. Malaikat berkata, ”Itu adalah bumi seluruhnya, hanya saja Allah berkehendak memperlihatkan kepadamu dan telah memberikan kekuasaan untukmu di bumi. Berjalanlah padanya dan ajarilah orang yang bodoh serta kukuhkan orang yang berilmu”.” (hadist ini ada di dalam kitab fathul Bari karya Ibnu Hajar asqalani).

perhatikan teks akhir hadist ini: “ajarilah orang yang bodoh serta kukuhkan orang yang berilmu” – ini semua bisa diwujudkan dengan membina bandar-bandar / kota, mengajak bangsa-bangsa yang dibebaskan itu agar tinggal bermasyarakat di kota.
ini semua shahih menunjukkan bahwa Alexander adalah Zulqarnain.

Silsilah guru monoteisme dari Alexander ini menguatkan bahwa Alexander juga beriman. topik ini dikupas tuntas dalam buku “Alexander adalah Zulqarnain” bab 5 berikut ini kandungan isi bab 5 buku itu:

BAB 5: SPIRITUALISME DI NEGERI ALEXANDER: OASIS MONOTEISME DI TENGAH GURUN TANDUS PAGANISME YUNANI
-Kultus Kesuburan
-Agama dan Politik di Yunani Kuno
-Jejak Monoteisme di Negeri Yunani Kuno
-Xenophanes (580-470 SM) mengkritik Mitologi & Politeisme (Paganisme) karya Homerus
-Socrates (470-399 SM) seorang mukmin yang dibunuh penguasa Athena dengan cara menelan racun
-Tiga hari sebelum dihukum mati, Socrates bermimpi bertemu Bidadari dan dijanjikan masuk Surga Pythia
-Socrates adalah salah seorang monoteisme yang percaya kepada Allah
-Hukuman Allah kepada penguasa Athena (395 SM) karena membunuh Socrates
-Socrates adalah “Luqman al-Hakim” yang disebutkan dalam Al Qur’an
-“Luqman” berarti “menelan”: dia adalah Socrates yang menelan racun
-Sejak kecil Socrates sering didatangi suara-suara Ilahi yang mengandung Hikmah
-Mungkinkah Socrates (470-399 SM) adalah utusan atau nabi dari Allah untuk bangsa Athena?
-Socrates adalah orang yang bijaksana dan pencari Hikmah
-Socrates menyebarkan monoteisme dikalangan warga Athena, sehingga diseret ke pengadilan karena dakwahnya itu, dengan tuduhan merusak pikiran generasi muda Athena
-Silsilah Guru Alexander: Aristotles (384 – 322 SM) ? Plato (427-346 SM) ? Socrates “Luqman al Hakim” (470-399 SM)
-Aristoteles (384-322 SM) seorang Monoteisme adalah Guru dari Alexander Macedonia
-Alexander the Great adalah realisasi dari filsafat Aristoteles, Plato dan Socrates
-Alexander adalah tunas dari benih yang ditabur Socrates, Plato, dan Aristoteles

bahkan penulis buku ini dengan yakin menyimpulkan bahwa Siocrates itulah yang disebut Luqmanul Hakim dalam Quran.

Yan

July 28th, 2010 at 9:39 AM

Saya sudah bisa tebak komentar anda dan saya bisa menyimpulkan bahwa anda masih “menelan mentah-mentah” buku Wisnu Sasongko sehingga anda akan selalu mengatakan: “anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat”, bagi siapa saja yang berbeda pendapat dengan keyakinan anda dan akan berupaya membela tulisan wisnu sasongko meskipun kalau kita telaah dia terlalu tergesa-gesa menyimpulkan ketauhidan alexander dari monotheisme gurunya.

Semestinya andalah yang harus berhati-hati karena yang menuduh alexander hendak membunuh gurunya sendiri bukan Peter Green, melainkan Michael H. Hart dalam bukunya yang diterjemahkan oleh H. Mahbub Djunaidi (1982), berjudul Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah.

saya sengaja menjebak anda karena saya yakin bahwa anda tidak tahu “konsep ajaran monotheisme socrates, plato dan aristotle”, konsep monotheisme Socrates itu sudah terkubur sejak kematiannya karena tidak ada jejak karyanya yang ditemukan, pengetahuan tentang monotheisme socrates yang paling shahih hanya dapat dibaca dari karya muridnya Plato yaitu APOLOGY, CRITO AND PHÆDO OF SOCRATES namun tidak ada dijelaskan konsep monotheisme Socrates didalam karya Plato tersebut.

Konsep monotheisme Plato dan Aristotle juga sangat berbeda antara satu dengan lainnya dan konsep mereka tidak bisa diterima oleh ajaran Islam, Yahudi dan Kristen, khususnya Aristotle yang menyatakan bahwa Theos (Tuhan) adalah “penggerak yang tidak bergerak” atau “unmoved mover” yang mana Tuhan disifatkan sebagai sesuatu yang pasif bahkan Dia tidak menciptakan alam semesta karena menurut Aristotle alam semesta bersifat eternal (kekal) tiada awal dan tiada akhir.

Bisa jadi Socrates adalah Luqmanul Hakim (seperti keyakinan wisnu sasongko) tapi bisa juga Socrates bukan Luqmanul Hakim, karena banyak hal gaib dari kisah mereka dan ada perbedaan yang signifikan antara mereka; Luqman berprofesi sebagai tukang kayu dan pernah menjadi budak (menurut ibnu katsir), sedangkan Socrates tidak pernah menjadi budak; sejarah menyebutkan bahwa dia adalah seorang pemahat patung batu, pengajar dan mantan tentara.

Anda harus tahu bahwa Callisthenes (keponakan Aristotle) yang dihukum mati oleh alexander juga merupakan murid Aristotle, namun Callisthenes dianggap penghianat oleh Alexander karena dia adalah orang yang paling berani menolak kebijakan Alexander yang menyimpang seperti Proskynesis; yaitu ritual yang diperkenalkan oleh Alexander yang dilaksanakan pada saat seseorang menghadap raja yang mana Callisthenes menganggap ritual tersebut lebih pantas dilakukan untuk para dewa.

Anda juga harus tahu bahwa Aristotle beda prinsip dengan Alexander dan dari catatan sejarah kontak mereka hanya berlangsung satu tahun 343 SM – 342 SM dan hubungan mereka merenggang setelah itu sampai kematian benar-benar memisahkan mereka; Alexander meninggal tahun 323 SM di babylon sedangkan Aristotle meningal tahun 322 SM di Euboea Yunani,

Namun saya punya keyakinan (berdasarkan pengalaman) bahwa anda akan berkata: “anda menelan mentah-mentah tulisan orang barat” atau “anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat”, sehingga apapun pengetahuan yang saya sampaikan jika bersifat kontradiktif dengan keyakinan anda maka pendapat itu tidak akan anda terima.

Tentang hadist dhaif yang lucu mengenai dialog Alexander dengan malaikat yang bersanad kepada Ibnu Lahi’ah, sayakan sudah sampaikan bahwa itu tidak bisa dipertanggungjawabkan dan lemah tapi anda insist memunculkan itu kembali malah anda dengan lantang mengatakan: “ini semua shahih menunjukkan bahwa Alexander adalah Zulqarnain (halim)”

Saya ingat ajaran Aristotle yang anda yakini yaitu SILOGISME, saya punya silogisme untuk anda tentang hadist shahih dan bukti sejarah tentang alexander:

Musyrikin tidak memelihara janggut (premis mayor)
Alexander adalah laki-laki pertama yang membuat trend laki-laki tidak memelihara janggut (premis minor)
Alexander adalah Musyrik (conclusion)

Orang kufur percaya pada ucapan dukun dan peramal (premis mayor)
Alexander mendatangi dan mempercayai ucapan peramal (premis minor)
Alexander adalah kufur (conclusion)

Halim

July 28th, 2010 at 10:42 PM

Sdr Yan demi Allah anda sebgai seorang muslim ternyata tidak bisa jujur, tidak bisa adil dalam berdiskusi. Anda sering menghilangkan tulisan saya, biar hanya Allah tahu kedustaan anda.
kedustaan itu besar dosanya dlm pandangan Allah, kenapa anda begitu berani berdusta dengan merekayasa tulisan saya itu. Saya yakin, anda sdr Yan tidak akan meposting tulisan ini, tapi demi Allah, saya minta dari kedalaman relung hati anda jujurlah dan jangan menipu umat.
Rasulullah saw pernah bersabda, “Penipu itu bukan umatku!”
saya serahkan semua ini kepada Allah yang Maha Mengetahui. fikirkanlah dalam-dalam nasehat saya demi kebaikan anda sendiri dan umat ini.

Halim

July 29th, 2010 at 6:41 AM

Sdr Yan Rizal Supardi, sebagai seorang muslim, mengapa anda masih menganggu dan menipu sbagamana dalam diskusi http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697
Banyak komentar saya yang anda hapus, sperti juga komentar saya dalam blok anda itu.
kalau anda tidak setuju dgn komentar saya , jawab saja dan jangan mengkorup tulisan orang. Berhati-hatilah krn sifat jelek anda ini akan kembali kepada anda sendiri. perbuatan dosa itu hanya akan kembali kepada pelakunya. apakah ini sifat hasud, iri krn kalah diskusi. apa seperti ini sifat asli Yan Rizal Supardi?
Lebih baik anda urusi blog anda sendiri mr. take care of islam

Yan

July 29th, 2010 at 10:57 AM

Astaghfirullah, anda ini kenapa? semua orang dituduh penipu

————————-//

http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697

92 | Halim
Juli 29, 2010 pada 6:23 am

saya pernah mengalami hal seperti ini ketika diskusi dengan sdr Yan Rizal Supardi dalam blognya, tetapi banyak posting saya direkayasa/ubah suai oleh Yan Rizal.”

93 | Halim
Juli 29, 2010 pada 6:27 am

Sebagai bukti bahwa saya pernah menjelaskan jasa alexander kepada bangsa Yahudi (yang kemudian dihapus oleh penipu dalam blog ini shg tidak muncul lagi posting saya itu)

———————-//
Saya bukan pemilik blog itu serta tidak pernah meng-edit atau merekayasa postingan anda baik di blog ini atau dimanapun

Yang kalah diskusi itu siapa? bagi saya tidak ada urusan kalah atau menang karena target saya adalah kebenaran seperti juga pernah saya sampaikan di blog tersebut kepada sdr. amir:

———————//
75 | Yan Rizal
Juli 8, 2010 pada 9:27 am

Dalam diskusi ini karena kita sesama muslim, maka target saya adalah menemukan kebenaran yang islami bukan memenangkan perdebatan karena kemenangan tanpa kebenaran sama saja dengan koruptor yang menang di sidang pengadilan dan terbebas dari hukuman sementara kebenarannya diabaikan, untuk itulah maka dasar yang saya pergunakan haruslah kuat yaitu “fakta sejarah yang diakui secara universal” didukung oleh “hadist shahih”.

———————//

Komentar sayapun ada yang tidak dipublikasikan dalam blog tersebut, namun saya harus berfikir positif, karena mungkin saja komentar saya tersebut tidak relevan, atau moderator malas melakukan approval, atau komentar saya dianggap berbahaya, atau melangar etika, atau mungkin ada masalah di server dll namun saya tidak sampai mengeluarkan tuduhan dan fitnah seperti anda, lagian itukan hak blog owner untuk melakukan approval atau menghapus postingan yang dianggap tidak perlu.

Dan saya rasa sudah cukup diskusi saya dengan anda, karena saya pikir bukan menambah manfaat bagi saya malahan akan menambah fitnah jika dilanjutkan.

Yan

July 30th, 2010 at 11:24 AM

Saya sudah bisa mengklarifikasi masalah tuduhan Halim kepada saya di http://yanrizal.com/?p=777 dan http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697

Halim dan Amir adalah multi user dengan satu IP (61.5.109.212) saya bisa lihat di log user blog ini, kemungkinan besar kalian adalah satu orang yang sama (bisa juga dua orang yang menggunakan PC yang sama), kalian melakukan diskusi di http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697 juga sebagai multi user.

Kemungkinan besar kalian mengalami hal yang sama seperti yang saya alami di blog tersebut yaitu komentar masih dalam moderasi tetapi salahnya kalian sudah saling mendukung, ini karena ketidaktahuan kalian bahwa komentar yang masih dalam moderasi hanya bisa dilihat oleh komentator di PC/IP yang sama tetapi tidak bisa dilihat di PC/IP lain.

Dengan kelakuan kalian seperti itu lalu kalian/anda menuduh saya juga sebagai multi blogger yang memiliki kedua blog tersebut dan menipu dengan menghapus komentar kalian di http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697

Sungguh saya tidak bisa mengerti koq masih ada muslim yang menipu dan memfitnah muslim lain hanya untuk “menang” dalam diskusi dan melakukan “pengeroyokan” dengan menggunakan multiuser seperti anak SMP yang pengen menang main game TRAVIAN dengan multi account.

Anda sudah menipu umat dan memftnah saya, saya minta anda cabut fitnah tersebut baik di http://yanrizal.com/?p=777 ataupun di http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697 namun jika anda tidak berkehendak melakukannya saya yakin Allah SWT yang Maha Tahu, Maha Adil dan Maha Bijaksana yang akan memberi pembalasan yang setimpal kepada anda baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Sadarlah, anda (halim) pernah berkata: “Rasulullah saw pernah bersabda, “Penipu itu bukan umatku!” saya serahkan semua ini kepada Allah yang Maha Mengetahui. fikirkanlah dalam-dalam nasehat saya demi kebaikan anda sendiri dan umat ini.” http://yanrizal.com/?p=777#comment-950

Saya sampaikan ini disini karena ternyata alamat email anda palsu (halim@gyahoo.com)

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Latest comments