Gajah Mada
November 5, 2008 | In: Great People
Gajah Mada
Gajah Mada (1290?-1364), Panglima Perang yang ditunjuk menjadi Mahapatih kerajaan Majapahit menggantikan Arya Tadah pada masa pemerintahan Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328-1350), sebagai mahapatih dia berhasil menumpas pemberontakan di Sadeng dan Keta (1331) dan kemudian berikrar untuk mempersatukan Nusantara dengan sumpahnya yang dikenal sebagai Sumpah Palapa.
Serat Pararaton memuat Sumpah Palapa yang diucapkan dihadapan Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi sebagai berikut:
“Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring seram, tanjungpura, ring haru, pahang, dompo, ring bali, sunda, palembang, tumasik, samana isun amukti palapa”
“Apabila sudah kalah Nusantara, saya akan beristirahat, apabila Gurun telah dikalahkan, begitupula Seram, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, pada waktu itu saya akan menikmati istirahat”
Menurut Negarakertagama kitab yang disusun oleh Mpu Prapanca, pada masa Gajah Mada menjabat Mahapatih wilayah kekuasaan Majapahit meliputi wilayah Indonesia yang ada sekarang, Singapura, Malaysia, Brunai dan sebagian wilayah selatan Filipina.

Kepulauasn Nusantara tersebut dikelilingi oleh beberapa negara sahabat kerajaan Majapahit yaitu SIm (Syanka), Darmanagara, Martaban (Burma), Kalingga (Rajapura), Singanagari, Tjampa, Kamboja, Annam (Jawana), pada masa itu kerajaan Majapahit melakukan kontak dagang dengan Tiongkok dan Hindustan.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa seorang musafir Islam terkenal (Ibnu Batutah) mengunjungi kepulauan Nusantara pada tahun 1345 dimasa Gajah Mada menjabat sebagai Mahapatih dikerajaan Majapahit.
Gajah Mada merupakan simbol pemersatu bangsa yang sangat penting bagi Indonesia, Presiden Sukarno mengutip sumpah Gajah Mada sebagai inspirasi dan bukti bahwa negara ini bisa bersatu meskipun wilayahnya terbentang luas dengan beragam budaya, Gajah Mada juga merupakan inspirasi bagi revolusi untuk melawan penjajahan Belanda.
Selain itu Palapa juga dijadikan nama satelit telekomunikasi pertama yang menjadi simbol pemersatu bagi bangsa Indonesia.

24 Responses to Gajah Mada
Nalino Ngureres
December 26th, 2008 at 1:34 AM
GAJAH MADA TERNYATA ORANG DAYAK
Soal nama Gajah Mada menurut masyarakat Dayak di Kalbar perlu diketahui bahwa Gajah Mada bukan orang Jawa, ia adalah asli orang Dayak yang berasal dari Kalimantan Barat, asal usul kampungnya yaitu di Kecamatan Toba (Tobag), Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat (saat ini).
Banyak masyarakat Dayak percaya bahwa Gajah Mada adalah orang Dayak, hal itu berkaitan dengan kisah tutur tinular masyarakat Dayak Tobag, Mali, Simpang dan Dayak Krio yang menyatakan Gajah Mada adalah orang Dayak. Ada sedikit perubahan nama dari Gajah Mada pada Dayak Krio menjadi Jaga Mada bukan Gajah Mada namun Dayak lainnya menyebutnya dengan Gajah Mada.
Sebutan itu sudah ada sejak lama dan Gajah Mada dianggap salah satu Demung Adat yang hilang. Ada kemungkinan ia diutus Raja-Raja di Kalimantan. Ia berasal dari sebuah kampung di wilayah Kecamatan Toba (saat ini). Hal itu dibuktikan dengan ritual memandikan perlengkapan peninggalan Gajah Mada setiap tahunnya. Gajah Mada dianggap menghilang dan tidak pernah kembali ke Kalimantan Barat.
Kisah yang memperkuat bahwa ia memang asli Dayak dan berasal dari Kalbar yaitu ia adalah seorang Demung Adat dibawah kekuasaan Raja-Raja di Kalimantan. Ia seorang Demung dari 10 kampung yang ada, namun setelah dia menghilang entah kemana, kampung tersebut kehilangan satu Demung Adatnya sehingga Demung Adat di wilayah itu tinggal 9 orang saja lagi.
Kisah ini sampai sekarang masih dituturkan oleh kelompok masyarakat Dayak ditempat asalnya Gajah Mada. Bukti-bukti tersebut sangat kuat dan bisa dibuktikan sebab Kerajaan tertua letaknya bukan di Jawa tetapi justeru di Kalimantan sehingga unsur Hindu lebih mempengaruhi setiap sikap dan tata cara hidup dan Hindu pun lebih dulu ada di Kalimantan bukan di Jawa. Alasan ini sangat masuk akal bahwa pengaruh Hindu di Jawa sangat dipengaruhi oleh kerajaan Kutai di Kalimantan dan kemungkinan Gajah Mada adalah orang kuat yang diutus kerajaan Kutai untuk menjajah nusantara termasuk Jawa.
Dalam kisah Patih Gumantar Dayak Kanayatn (Dayak Ahe) Kalimantan Barat bahwa Patih Gajah Mada adalah saudaranya Patih Gumantar, mereka ada 7 bersaudara. (Baca Buku, Mencermati Dayak Kanyatan)
Satu lagi soal nama Patih Gajah Mada bahwa gelar Patih itu sendiri hanya ada di Kalimantan khususnya Kalbar dan satu-satunya patih di Jawa adalah Gajah Mada itu sendiri, tidak ada patih lain dan itu membuktikan bahwa gelar “Patih” berasal dari silsilah kerajaan di Kalimantan bukan dari Jawa
Yan
December 26th, 2008 at 3:57 PM
terimakasih Sdr. Nalino Ngureres atas komentarnya yg cukup berharga sebagai masukan yang bisa memperluas wawasan kita tentang Gajah Mada.
Dalam posting ini saya memang tidak menyinggung asal-usul Gajah Mada karena sampai sekarang hal ini masih merupakan misteri yang belum bisa diklarifikasi oleh para ahli sejarah kita.
Banyak spekulasi mengenai asal-usul tokoh besar pemersatu nusantara ini; ada yang menyebutkan bahwa beliau berasal dari sumatera selatan (dirujuk dari banyaknya hewan gajah disana), ada juga yang menyebut berasal dari sumatera barat (gajah mada artinya gajah bebal dlm bahasa minang), ada juga yang menyebut berasal dari sunda (hayam dan gajah itu bukan bahsa jawa melainkan bahasa sunda), ada juga yang menyebut berasal dari lamongan Jatim (kp. modo).
Semua orang/suku/daerah sah2 aja meng-claim dari mana Gajah Mada ini berasal, namun saya punya keyakinan berdasarkan konsep nusantara yg beliau canangkan, Gajah Mada bukanlah orang yang bangga dengan sukunya, kebanggaannya adalah sebagai pemersatu nusantara dari sebuah kerajaan besar pada masa itu yaitu Kerajaan Majapahit.
Ki Ageng Mangir
March 30th, 2009 at 6:10 PM
BREAKING NEWS: Saat ini sedang dipersiapkan proses produksi Film Kolosal Layar Lebar dan Mega Sinetron dengan judul ‘MAHAPATIH GAJAH MADA’.produksi PT TAWI NUSANTARA FILM (Pamulang) dengan Sutradara Renny Masmada, yang telah mempelajari Sejarah Mahapatih Gajah Mada selama 20 Tahun. Saat ini kita sudah bisa melihat pembuatan setting & property-nya di lokasi shooting di daerah Mekar Bakti-Panongan Cikupa-Tangerang. Sedangkan lokasi casting & latihan dilakukan di Jl. Benda Barat 3 Pamulang 2 – Tengerang. Rencana film ini nantinya akan dipasarkan di seluruh Asia Tenggara. Semoga dpt meningkatkan ‘nasionalisme’ kita. Terima kasih (PT TNF PUBLICATION DEPT)
Boedionto
December 6th, 2009 at 3:44 AM
Gajah mada yg kau agungkan itu mati di langkat sumatra utara. Ia mati dibunuh prajurit gabungan melayu-pasai. Apa sih hebatnya gajah mada yg menaklukkan nusantara dgn kekerasan dan peperangan. Ingat tragedi bubat. Liciknya gajah mada. Memang literatur tntang majapahit ada dlm naskah kuno. Tp naskah itu ditulis sepihak saja. Kalau mau meneliti. Telitilah secara jelas. Jgn kalian putar balik sejarah.
Yan
December 7th, 2009 at 4:52 PM
Halo mas boedionto, tks atas tanggapannya.
Tentang kematian Gajah mada; belum ada catatan sejarah yang menunjukan dengan pasti dimana dan bagaimana gajah mada wafat, jika memang anda memiliki sumber yang valid, akurat, faktual dan tidak ada pertentangan saya akan senang untuk meneliti dan mempelajarinya.
Tentang kehebatan gajah mada; tidak perlu diragukan lagi karena dia adalah orang pertama yang berhasil memperoleh kekuasaan dan mempersatukan wilayah nusantara yang bahkan lebih besar dari indonesia saat ini, walaupun dia bukanlah seorang raja tapi dia telah berhasil melakukan sesuatu yang luar biasa yang belum pernah dicapai bahkan oleh seorang raja sekalipun.
Tentang penaklukan dengan kekerasan dan peperangan: adalah hal yang lumrah dalam sejarah, semua sejarah berdiri dan berkembangnya sebuah kerajaan/negara/peradaban tidak luput dari politik, kekerasan dan peperangan.
kadek krisna
December 26th, 2009 at 2:33 PM
hai Boedionto,….apa yang kau bilang itu??kamu orang mana sich??tidak menghargai pejuangan leluhur nusantara,…eandainya tidak ada Gajah Mada, apa kau mengenal yang namanya Indonesia???kau tidak mau menghargai sejarah Indonesia ya??dalam usaha mempersatukan Nusantara, tentu jalan peperangan tidak bisa dihindarkan. selain itu, dalam peperangan salah satu strategi perang adalah monopoli politik. jadi, taktik semacam itu, walau dianggap tidak baik oleh sebagian orang, tetap saja merupakan salah satu bagian dari strategi perang agar tujuan yag diharapkan dapat tercapai.
baca lagi buku sejarah kejayaan kerajaan2 nusantara,…, sejarah di negara manapun selalu mengakhiri sesuatu dengan perang. lihat kerajaan Yunani kuno, Romawi, Mongo, kerajaan2 di arab, Turki, Inggris, revolusi prancis dll,..semua kerajaan tersebut mengalami peperangan,…tidak terkecuali dengan kerajaan-kerajaan di Indosesia,…
“Kalau mau meneliti. Telitilah secara jelas. Jgn kalian putar balik sejarah.” sebaiknya anda rajin2 membaca buku, artikel ataupu sumber pengetahuan lainnya mengenai sejarah nusantara,..OK,…
dodon
December 28th, 2009 at 4:57 PM
weh…weh…weh ruarr biasa………sekarang indonesia butuh GAJAH MADA2 baru yang bisa menyatukan bangsa ini dalam 1 tekad 1 bahasa 1visi 1 misi….biar berbeda pendapat….biar koruptor masuk liang lahat…..
Amizawa
January 31st, 2010 at 1:22 AM
saudara nalino sedikit ada benarnya bahwa gajah mada kelahiran Kalimantan , ini sedikit cerita singkat asal usul gajah mada : Hasil komunikasi saya dengan beliau melalui alam sripitual / Tasawuf, Pada Tahun 1280 Rombongan Ekspedisi bangsawan belanda bernama van Hout man pergi berlayar menuju ke Jawa bersama beliau ikut putrinya bernama Camella dan Pelayan pribadinga ( Budak ) bernama Mohammad Lionie Keturunan Mesir dan Ethopia ,tapi malangnya belum sampai Tujuannya Kapal mereka Tenggelam dilaut cina selatan ,diantara rombongan ini yang selamat terdampar di desa Pakmangkat sekarang jadi Kota bernama Pemangkat diWilayah Kabupaten sambas Kalimantan barat adalah Camella dan Mohammad Lionie tinggal didesa tersebut sampai akhir hayat mereka sebagai suami istri dari mereka hanya ada anak Tunggal Laki Laki Yang Kemudian hari terkenal dengan nama gajah mada Nama tersebut diambil dari Gunung Didesa tersebut yang sekarang bisa dilihat dan dibuktikan seperti gajah Duduk , kata Mada dalam Bahasa melayu kuno berarti besar , Jadi dapat diartikan gajah mada ( Gajah Besar ) ,gajah mada Seperti yg saya lihat berbadan besar seperti Orang Haiti berambut Pirang Lurus ,berhidung mancung besar berkulit hitam Tinggi kurang Lebih 240 cm , Pada tahun 1300 beliau menyatakan keinginannya utk berlayar meneruskan cita cita kakeknya utk pergi ke jawa , beliau disetujui orang tuanya utk Pergi dengan Syarat beristri Lebih dahulu , lalu Kawinlah beliau dgn Perempuan Melayu Keturunan Dayak Bernama Gustiya , Pada Tahun 1303 beliau berangkat juga kejawa dengan meninggalkan Istri ,Orang Tuanya dan Putri semata Wayangnya Bernama Santya ,Kurang dalam sebulan dilaut beliau sampai dijawa sekarang Kota Pekalongan dan Ketemu dengan Rombongan Raja cikal bakal Majapahit yang lagi menyelamatkan dirii dari Pemberotakan ,pada saat itu badak ngamuk menyerang Rombongan tersebut dengan gagah berani pemuda Gajah mada dapat mengalahkan Badak tersebut dan Menimbulkan Kekaguman raja disitulah awal Gajah Mada Mulai dijadikan Pengawal Raja yang desebut Pasukan Bayangkari utk Cerita Selanjutnya dapat lihat Sebagian disejarah Dan Sebagian dengan saya beserta bukti bukti situsnya kalau penasaran hubungi Email saya AMW_@YAHOO.COM sebagai Tambahan gajah Mada Belajar Ilmu hukum dan Pertanian dari ibunya Yang terpelajar tersebut dan belajar ilmu Kedikgayaan ( Keperkasaan ) dari bapaknya Mohamad Lionie
akume
February 16th, 2010 at 7:12 PM
pak amizawa, jadi gadjah mada orang Islam dong?
AMIZAWA
February 20th, 2010 at 4:54 AM
BENAR KALI AKUME AYAHNYA ISLAM BERUSAHA MAU DIPAKSA MEMELUK AGAMA KRISTIANI OLEH MAJIKANNYA VAN HOURT MAN YG JUGA JADI MERTUANYA SECARA NGGAK LANSUNG IBUNYA CARMELLA JUGA MEMELUK AGAMA ISLAM SETELAH GAJAM MADA LAHIR WAJAH GAJAH MADA TIDAK SEPERTI YG DIBUAT PATUNG OLEH ORANG JAWA ASLINYA HIDUNGNYA MANCUNG CUMA AGAK MELEBAR RAMBUT PIRANG TINGGI KURANG LEBIH 2,40 M , SAKTI BELAJAR DARI AYAHNYA DAN DENGAN IBUNYA BELAJAR TENTANG ILMU HUKUM ,DIA BILANG CERTA DISEJARAH BANYAK MELENCENG YG SEBENARNYA GAJAH MADA JAUH LEBIH HEBAT KARENA BUKAN ORANG JAWA DIKECIL KECILKAN ,GAJAH MADA SEBENARNYA MERAJUK DGN SIKAP HAYAM WURUK YG KASAR BERBICARA KEPADANYA SEBAGAI ORANG SUDAH TUA DAN TERHORMAT SEPERTI INI ” IKKI GAGAL KARNA KOWE ” ( BHS JAWA KASAR ) KARENA KECEWA TDK JADI KAWIN SAMA DYAH PITALOKA DUA TAHUN SETELAH ITU SECARA DIAM DIAM GAJAH MADA KEMBALI KE KAMPUNG HALAMANNYA LEWAT LAUT SELATAN MAKA TDK ADA MAKAMNYA DI JAWA DAN CANDINYA KARENA IA PEMELUK AGAMA ISLAM KARENA POLITIK NYA PADA WAKTU ITU DIA TDK MAU CAMPUR URUSAN AGAMA DI MAJAPAHIT , AKU ADALAH KETURUNAN GARIS LANSUNG DARI BELIAU TURUNAN YG KE 24 AKU PUNYA SITUS ATAU BUKTI DARI PENINGGALAN BELIAU DR MAJAPAHIT SALAH SATUNYA BUKU NEGARA KERTAGAMA YG DIBUAT DARI KULIT RUSA SEBANYAK 2000 LEMBAR TULISAN JAWI KUNO ATAU SANSEKERTA DAN BANYAK LAINNYA HASIL SUVENIR WAKTU BELIAU JAYANYA , BELIAU MENGUASAI BAHASA JAWA ,BAHASA MELAYU ,BELANDA,ARAB DAN CINA UDAH YA AKUME KITA SAMBUNG LAGI NANTI ,PERLU DIINGAT KEBENARAN ITU BIAR LAMBAT PASTI AKAN TERUNGKAP
Yan
February 20th, 2010 at 8:36 AM
tks sdr amizawa, setuju bahwa kebenaran itu pasti akan terungkap, selama masih ada orang yang concern terhadap kebenaran tersebut “it’s just a matter of time”.
Ifran rampadio
March 21st, 2010 at 10:49 AM
saya setuju bahwa gajah mada itu adalah agama awalnya adalah islam karena latar belakang ayah ibunya. kemudian merantau ke jawa untuk mempersatukan nusantara hbersama waliyullah shek malik ibrahim, kemudian hilang entah kemana rimbanya karena tidak setuju dengan agama hindu sebagai agama negara majapahit. Malik Ibrahim adalah saudara putri champa yang diperistri oleh hayam wuruk raja majapahit.
4Shared Mp3
March 21st, 2010 at 9:41 PM
wah bro… tengkiyuh tulisannya… jadi tambah wawasan nih
mirza ZA Ariodillah
April 10th, 2010 at 6:10 PM
saia jadi makin bingung…saia sering bepergian ke lampung….disana juga ada makam gajah mada…ada dua versi kematian gajah mada…yang pertama dia dibunuh oleh subing dan kepalanya di penggal…versi kedua dia di kejar dan dibunuh di daerah pantai di lampung barat….nah…bagaimana iniyh….lalu…yg saya juga bingung ketika kejatuhan kerajaan sriwijaya oleh majapahit….apa ada pembuktiaan utk hal ini…jaman penguasa raja syapa itu…????? tolong sejarah kalo tidak diketahui JANGAN MALAH DI KARANG2, ” SEMUA JUGA BISA BERCERITA….GAJAH MADA MASUK LAMPUNG AJA KATANYA SAMPE BEGITU MASA BISA MENAKHLUKAN KERAJAAN SRIWIJAYA YG TERSOHOR SAMPE INDIA DAN TIONGHOA….SEDANGKAN KERAJAAN MAJAPAHIT KYKNYA TDK TERDENGAR SAMPE SEJAUH ITUH…HMMMMM CKCKCKC
Addin
May 6th, 2010 at 10:10 PM
Gajah mada kemungkinan brsal dr sumatera / keturunan sriwijaya.. Ini mungkin ada hubungan dgn dewi ratna sarkati dr lampung yg diambil istri prabu niskala (adik diahpitaloka). Sblmnya niskala mencari gajah mada utk membls dendam, tp stlh bertemu dia urgkan niatnya dan memaafknnya.. Kmngkinan gajah mada msh bersaudara dgn dewi ratna sarkati yg dijodohkan dgn prabu niskala.. Dan siapa resi susuk lampung (ayah ratna sarkati)? Itu msh misteri..
Yang dibunuh oleh umpu subing itu bukan gajah mada, tetapi raja dilawok (kepala bajak laut) yg tlh membunuh bapaknya (ratu dipuncak).. Terjadi sktr abad 15-16.. Gajah mada abad 14 sejaman dgn putri ratna sarkati (istri prabu niskala wastukencana) dr lampung..
Tiodinejad
June 2nd, 2010 at 7:29 AM
Apapun agama, suku bangsa dan bahasa Gajah Mada, KITA HARUS MENGHARGAI PERJUANGAN Manusia yang memiliki cita-cita besar yang merupakan embrio dari Indonesia.
Kita adalah Bangsa Indonesia. Satu Nusa Dan Satu Bangsa. Bangsa Besar dengan Kekayaan ragam budaya sampai sumber daya alamnya.
“Pekerjaan Rumah (PR)” kita sebagai penerus bangsa ini adalah Bagaimana untuk Mengembalikan Lagi Budaya Asli yang Sudah Terkikis karena Budaya Barat yang Tentunya Tidak Sesuai dengan Bangsa Ini.
Jangan Jadikan Modernisasi dan Globalisasi sebagai Landasan.
Tolong, Tanyakan kepada anak-anak anda, apakah mengenal imam bonjol? apakah anak anda bisa berbahasa daerah dimana anda berasal atau tinggal?? apakah anak anda bisa tarian tradisional? apakah mereka masih mengenal sabang sampai merauke? apakah mereka tau tanggal 17 agustus? apakah mereka Suka dengan tarian-tarian tradisional? apakah mereka suka mendengarkan lagu- daerah (terlepas dari mana anda berasal)…
Indonesia sekarang sudah kehilangan indentitas harga diri dan sudah seperti manusia yang tak berbusa.
sekian komentar, tanggapan dan saran.
maaf, jika ada yang tersinggung atau apapun yang menyakitkan anda. Ini adalah suara saya. suara yang sangat sulit untuk merubah sistem yang telah menjadi daging…
Wassalam….
2 Juni 2010
sheva2_aimar
June 23rd, 2010 at 2:47 PM
weleh2……kita semua itu dibodohi leluhur kita mengenai dongeng2 kebesaran nusantara di masa lalu….
dongeng2 karya sastra semacam negarakertagama yg dijadikan legitimasi bahwa kebesaran itu pernah ada..
Kebesaran Majapahit cuma mitos !
Kebesaran Gajah Mada cuma dongeng !
Kebesaran Nusantara cuma propaganda Soekarno untuk mempersatukan Indonesia….
Mengapa ??
karena :
1. Kalau benar majapahit pernah menjadi kerajaan
besar..mana buktinya ? mana peninggalannya ?
Jangankan peninggalannya tempat berdirinya kerajaannya
sampe sekarang masih diperdebatkan.
Liat kebesaran kerajaan romawi…
Mereka mewariskan peninggalan2 yang sampai sekarang
masih berdiri kokoh.
Penguasa2 romawi tercatat jelas tidak ada kontraversi
mengenai letak, wilayah, dan tokoh2 yang berpengaruh
pada masa kejayaannya, semua asal usulnya jelas
Begitu juga kerajaan2 besar dunia lainnya, seperti Kekhalifahan Islam, Kerajaan Persia, Turki Ottoman
Semua fakta konkret, peninggalan ada asal usul jelas
Padahal jaman kejayaan mereka jauh lebh awal dari kebesaran majapahit ( katanya sekitar taun 1200 skian )
Masa siy yg jaman kejayaan (katanya jaya siy ) baru taun 1200 kemaren gak ada sisa2 bukti kejayaannya ( boro2 bukti tokoh2 nya pun gak jelas asal usulnya co ; ken Arok gak jelas ortunya, brawijaya V gak jelas kmana ngilangnya, perang bubat gak jelas dmana lokasinya )
Kerajaan besar yang sy sebutkan tdi diatas masa jayanya jauh ribuan taun sebelum berdiri majapahit (klo emank bener ada bukan dongeng hehe) sblm masehi malah..
kerajaan mesir kuno aja jelas
Cerita tentang kejayaan nusantara itu emank gak akan pernah jelas sampai kapanpun juga….karena kejayaan itu hanya ada di karya sastra hebat negarakertagama…
Jadi inget kisah mahabarata orang hindu india….
tpi mereka pinter… gak mengklaim kebesaran kerajaan hastina ada, perang baratayuda itu ada…karena kisah itu mahabarata merupakan ajaran filsafat hidup…bukan kisah nyata yg pernah terjadi…
ok deh sekian
moga2 aja gak ush ngributin dongeng gak jelas lagi
Yan
June 23rd, 2010 at 3:28 PM
Sdr sheva2_aimar, perlu anda ketahui bahwa keberadaan kerajaan Majapahit diakui oleh dunia dan UNESCO mengakui Trowulan sebagai World’s heritage di Asia Pacific sebagai Former Capital City of Majapahit Kingdom meskipun “hanya sedikit” ditemukan peninggalan fisik dari kerajaan terbesar di Asia Tenggara ini.
“Hanya sedikit” peninggalan fisik bukan berarti bahwa kerajaan ini tidak ada, situs peninggalan kerajaan Majapahit bisa ditemukan di daerah Trowulan Mojokerto Jawa Timur koordinat S7 30 – 7 40 E112 18 – 112 28, anda bisa berkunjung kesana dan melihat beberapa candi serta peninggalan-peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit lainnya.
Jika anda pernah berkunjung ke Melaka (Malaysia) disana didirikan sebuah menara yang cukup terkenal dengan nama “Taming Sari” yang menurut cerita orang Melaka; Taming Sari adalah nama seorang hulubalang Kerajaan Majapahit yang sakti yang berhasil dibunuh oleh hulubalang Kesultanan Melaka Hang Tuah setelah kerisnya dirampas dalam duel adu kesaktian, nah keris Taming Sari itulah yang menjadi inspirasi nama menara tersebut.
Jadi sebaiknya anda pastikan dulu memeriksa semua sumber yang ada sebelum mengata-ngatai banyak pihak sebagai “kita” dibodoh-bodohi dongeng dan propaganda President Soekarno.
sheva2_aimar
June 24th, 2010 at 8:41 AM
Saya akui dahulu mungkin pernah berdiri kerajaan majapahit, tapi majapahit yang ada itu tidaklah sebesar majapahit yang diceritakan seperi pada umumnya…
Saya sudah pernah ke situs majapahit yang di trowulan, kalo pun itu benar merupakan peninggalan majapahit, tidaklah lain itu hanya sebuah karya komunitas yang dipersatukan oleh entitas masyarakat sekitar yang menamai majapahit.
Klo majapahit besar mengapa peninggalan yang ada tidak sebesar ceritanya.
Saya pernah berkunjung ke garut jawa barat di daerah leles candi dan bangunan semodel istana yang masih kokoh dan jauh lebih baik dari situs majapaht di trowulan.. bangunan tersebut diperkirakan dibangun pada masa kerajaan galuh sekitar tahun 1200an juga
Nah anda bisa bandingkan kan ? Masa majapahit yang katanya sebegitu besarnya peninggalannya hanya “segitu” dibandingkan situs di leles garut peninggalan kerajaan sunda galuh yang “kecil”
Di luar itu tokoh2 dibalik cerita majapahit banyak yang misterius tiba2 ada dan tiba2 mengilang tak tau rimbanya, dengan dibumbui kesaktian2 yang tiada taranya.
Tapi yang saya tangkap dari cerita2 itu semua ada filosofi hidup yang disampaikan mengenai kejujuran, sikap ksatria, kemunafikan dll..
oleh karena itu sy menyimpulkan
1. Dahulu ada kerajaan yang bernama majapahit, tapi
tidaklah sebesar yang didongengkan
2. Kerajaan majapahit hanya dijadikan inspirasi pnulisan
karya sastra tentang filosofi hidup, yang dimana sebuah
cerita harus ada dramatisasi cerita (dalam artian
dibesarbesarkan dari kenyataan yang ada untuk
menyampaikan pesan filosofi )
dan ingat majapahit selalu dibanggakan oleh orang2 dari suku jawa yang notabene berbudaya jawa
Di luar itu masyrakat indonesia terdiri dari berbagai macam suku yang masing2 suku menpunyai cerita dan dongen yang tak kalah hebatnya dengan cerita mengenai majapahit ..tapi semua itu tanpa bukti peninggalan yang jelas
Hendri
July 21st, 2010 at 9:21 PM
gajah mada gak bisa mewujudkan sumpah palapanya, karena gak bisa menguasai kerajaan sunda..
kacian deh lo..
sekarang kebukti kan ibukota negara adanya di bekas kerajaan sunda(jakarta/sunda kalapa)..hehe
orang sunda mah cinta damai, gak mimpi nguasain negara lain..tapi anehnya indonesia pusatnya di bekas kerajaan sunda..peace love sunda..
(sekedar tau aja yah, pendiri kerajaan majapahit/R Wijaya ternyata orang sunda loh..beneran hehe..
Hendri
July 21st, 2010 at 9:52 PM
kalo mo nguasai sutu negara, taklukkan dulu kekuatan utamanya atau pusat negaranya, seperti amerika menjajah irak setelah menguasai baghdad..
gitu juga orang belanda dulu, kalo mo nguasai nusantara harus menaklukan pusatnya..maka dikuasailah sunda kelapa dgn VOC nya maka nusantara bisa dikuasai..
begitu juga proklamasi harus di bacakan di daerah sunda maka bisa sah, gak bisa di tempat laen..
maaf yah..! cuman ngelurusin sejarah aja, jangan sampe ada yg memutarbalikkan fakta sejarah..
Yan
July 22nd, 2010 at 11:10 AM
kang sheva2_aimar & kang hendri, saya juga orang sunda kang tapi kita harus obyektif dalam mensikapi masalah sejarah, pada jaman majapahit indonesia belumlah ada, sementara pada saat portugis dan belanda (voc) datang pada abad ke-16 majapahit sudah tidak ada dan indonesia juga belum ada, di pulau jawa saat itu kerajaan besar yang merupakan pelabuhan dan pusat dagang rempah-rempah terbesar adalah kesultanan Banten, dalam sejarah kita bisa menemukan bahwa kontak dagang pertama yang dilakukan oleh belanda di nusantara adalah perdagangan lada antara belanda dengan banten pada tahun 1596, ini dimungkinkan karena daerah pusat penghasil lada (lampung) merupakan wilayah kekuasaan kesultanan banten, hal ini berakibat didirikannya kantor perwakilan dagang belanda di pelabuhan sunda kelapa yang merupakan cikal bakal berdirinya pusat dagang VOC di batavia (jayakarta atau sunda kelapa) pada bulan maret 1602.
Kolonialisasi nusantara oleh belanda juga bukanlah karena belanda berhasil menaklukan banten sebagai kerajaan besar di nusantara melainkan karena berhasilnya politik DEVIDE ET IMPERA, nah karena memang pusat pemerintahan, militer dan perdagangan koloni belanda di nusantara didirikan di Batavia (Jayakarta atau Sunda Kelapa) maka tidak heran jika pusat perjuangan bangsa indonesia (tepatnya cikal bakal bangsa indonesia) juga difokuskan di batavia ini, bahkan sampai sekarangpun kita tidak bisa memindahkan ibukota dari kota bekas pusat penjajahan tersebut, kenapa? yang jelas bukan karena president-nya orang sunda kan? hehehe….
Intinya pesan yang saya sampaikan dalam posting ini marilah kita melihat dengan kacamata persatuan dan nasionalisme yang dicanangkan oleh Gajah Mada, jangan melihat sejarah dengan kacamata SARA agar kita terhindar dari “penunggang” yang bisa melakukan politik DEVIDE ET IMPERA pada bangsa Indonesia yang kita cintai ini.
sheva aimar
July 24th, 2010 at 9:28 AM
buat saudara yan perlu dijelaskan sy bukan orang sunda asli
dan sy bukan mau memecah belah persatuan bangsa..
sy hanya mau menjelaskan bahwa kebesaran majapahit hanya dongeng
pada dasarnya bangsa indonesia tidak pernah punya Kerajaan yang besar.
Indonesia hanya punya kerajaan2 kecil yang dibesar-besarkan melalui dongeng
Yan
July 26th, 2010 at 9:22 AM
terimakasih atas penjelasannya, tentang kebesaran majapahit hanya sekedar dongeng sih wallahu a’lam, namun kita juga tidak bisa menutup mata bahwa kebesaran majapahit di asia tenggara telah diakui oleh para ahli sejarah lokal maupun mancanegara dan bukti sejarah yang bercampur dengan mitos dan legenda tentang majapahit ini memang ada dinegeri kita tercinta ini.