pray, play and stay together

Kitab Daniel

October 12, 2008 | In: Religion

Berikut adalah penglihatan Nabi Daniel tentang domba jantan bertanduk dua (Dzulqarnayn) dan kambing yang diinterpretasikan oleh Malaikat Jibril didalam Bible (Kitab Daniel Bab 8 ) didalam versi Bahasa Inggris, Arab dan Indonesia.

Ayat 1 – 14 merupakan latar belakang dan gambaran penglihatan dari Nabi Daniel, ayat 15 sampai selesai merupakan penjelasan dari visi tersebut yang disampaikan oleh Malaikat Jibril, penulis hanya mengutip sampai ayat 21 karena postingan ini hanya diperuntukan sebagai referensi atas postingan sebelumnya dengan judul Cyrus The Great dan Alexander The Great.

Versi Baru Bahasa Inggris

(1) In the third year of King Belshazzar’s reign, I, Daniel, had a vision, after the one that had already appeared to me.

(2) In my vision I saw myself in the citadel of Susa in the province of Elam; in the vision I was beside the Ulai Canal.

(3) I looked up, and there before me was a ram with two horns, standing beside the canal, and the horns were long. One of the horns was longer than the other but grew up later.

(4) I watched the ram as he charged toward the west and the north and the south. No animal could stand against him, and none could rescue from his power. He did as he pleased and became great.

(5) As I was thinking about this, suddenly a goat with a prominent horn between his eyes came from the west, crossing the whole earth without touching the ground.

(6) He came toward the two-horned ram I had seen standing beside the canal and charged at him in great rage.

(7) I saw him attack the ram furiously, striking the ram and shattering his two horns. The ram was powerless to stand against him; the goat knocked him to the ground and trampled on him, and none could rescue the ram from his power.

(8) The goat became very great, but at the height of his power his large horn was broken off, and in its place four prominent horns grew up toward the four winds of heaven.

(9) Out of one of them came another horn, which started small but grew in power to the south and to the east and toward the Beautiful Land.

(10) It grew until it reached the host of the heavens, and it threw some of the starry host down to the earth and trampled on them.

(11) It set itself up to be as great as the Prince of the host; it took away the daily sacrifice from him, and the place of his sanctuary was brought low.

(12) Because of rebellion, the host of the saints and the daily sacrifice were given over to it. It prospered in everything it did, and truth was thrown to the ground.

(13) Then I heard a holy one speaking, and another holy one said to him, “How long will it take for the vision to be fulfilled—the vision concerning the daily sacrifice, the rebellion that causes desolation, and the surrender of the sanctuary and of the host that will be trampled underfoot?”

(14) He said to me, “It will take 2,300 evenings and mornings; then the sanctuary will be reconsecrated.”

(15) While I, Daniel, was watching the vision and trying to understand it, there before me stood one who looked like a man.

(16) And I heard a man’s voice from the Ulai calling, “Gabriel, tell this man the meaning of the vision.

(17) As he came near the place where I was standing, I was terrified and fell prostrate. “Son of man,” he said to me, “understand that the vision concerns the time of the end.”

(18) While he was speaking to me, I was in a deep sleep, with my face to the ground. Then he touched me and raised me to my feet.

(19) He said: “I am going to tell you what will happen later in the time of wrath, because the vision concerns the appointed time of the end.

(20) The two-horned ram that you saw represents the kings of Media and Persia.

(21) The shaggy goat is the king of Greece, and the large horn between his eyes is the first king.

Versi Bahasa Arab Sehari-hari

Karena blog ini tidak dilengkapi dengan engine bahasa Arab, silakan klik link versi di atas untuk menampilkan Kitab Daniel Bab 8 Ayat 1 – 21 dalam  bahasa Arab sehari-hari.

Versi Bahasa Indonesia Sehari-hari

(1) Pada tahun yang ketiga pemerintahan raja Belsyazar, nampaklah kepadaku, Daniel, suatu penglihatan sesudah yang tampak kepadaku dahulu itu.

(2) Aku melihat dalam penglihatan itu, dan sementara aku melihat, aku berada di puri Susan, yang ada di wilayah Elam, dan aku melihat dalam penglihatan itu, bahwa aku sedang di tepi sungai Ulai.

(3) Aku mengangkat mukaku dan melihat, tampak seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir.

(4) Aku melihat domba jantan itu menanduk ke barat, ke utara dan ke selatan, dan tidak ada seekor binatangpun yang tahan menghadapi dia, dan tidak ada yang dapat membebaskan dari kuasanya; ia berbuat sekehendak hatinya dan membesarkan diri.

(5) Tetapi sementara aku memperhatikannya, tampak seekor kambing jantan datang dari sebelah barat, yang melintasi seluruh bumi tanpa menginjak tanah; dan kambing jantan itu mempunyai satu tanduk yang aneh di antara kedua matanya.

(6) Ia datang pada domba jantan yang dua tanduknya dan yang kulihat berdiri di depan sungai itu, lalu menyerangnya dengan keganasan yang hebat.

(7) Aku melihatnya mendekati domba jantan itu; ia menggeram, lalu ditanduknya domba jantan itu, dipatahkannya kedua tanduknya, dan domba jantan itu tidak berdaya untuk tahan menghadapi dia; dihempaskannya dia ke bumi, diinjak-injaknya, dan tidak ada yang melepaskan domba jantan itu dari kuasanya.

(8) Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit.

(9) Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai.

(10) Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.

(11) Bahkan terhadap Panglima bala tentara itupun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.

(12) Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apapun yang dibuatnya, semuanya berhasil.

(13) Kemudian kudengar seorang kudus berbicara, dan seorang kudus lain berkata kepada yang berbicara itu: “Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban sehari-hari dan kefasikan yang membinasakan, tempat kudus yang diserahkan dan bala tentara yang diinjak-injak?”

(14) Maka ia menjawab: “Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.”

(15) Sedang aku, Daniel, melihat penglihatan itu dan berusaha memahaminya, maka tampaklah seorang berdiri di depanku, yang rupanya seperti seorang laki-laki;

(16) dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: “Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!”

(17) Lalu datanglah ia ke tempat aku berdiri, dan ketika ia datang, terkejutlah aku dan jatuh tertelungkup, lalu ia berkata kepadaku: “Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir masa!”

(18) Sementara ia berbicara dengan aku, jatuh pingsanlah aku tertelungkup ke tanah; tetapi ia menyentuh aku dan membuat aku berdiri kembali.

(19) Lalu berkatalah ia: “Kuberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi pada akhir murka ini, sebab hal itu mengenai akhir zaman.

(20) Domba jantan yang kaulihat itu, dengan kedua tanduknya, ialah raja-raja orang Media dan Persia.

(21) Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani, dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama.

Share This Post


14 Responses to Kitab Daniel

Dwiyanto P.

May 5th, 2010 at 7:39 AM

Ass.wr.wb.

Dari penjelasan ini dapat disimpulkan secara mutlak bahwasanya Dzulqarnain itu adalah Raja Persia Kuresh (Cyrus) the Great (Al Kabir; yang Agung) yang menyatukan 2 kerajaan : Media dan Anshan (Persia), dialah raja pertama di dunia yang mempunyai kekuasaan terluas yaitu dari Anatolia (Turki sek.) di barat sampai ke India (prov. Sindh) di timur.
Keturunannya menambahkan wilayah Mesir dan Yunani kedalam wilayah kekaisaran Persia !
Kuresh (Cyrus) dianggap pula oleh bangsa Yahudi sebagai Messiah (setingkat nabi) kerena kebaikan hatinya mengembalikan mereka ke tanah suci Palestina (Jerusalem), hal ini tertulis pada Kitab Nabi Yesaya (Isaiah) 45 ayat 1 !
Alexander (Iskandar) pada hakikatnya “ingin membalas dendam” atas “penjajahan” Persia atas wilayah Yunani. Dari sini kita melihat bahwasanya ia “tidak sehebat” (“not great”) gambaran orang-orang eropa barat yang selalu bersifat membangga banggakan segala sesuatu (tokoh) yang golongannya (Eropa) !!
Alexander cukup mengalahkan satu raja Persia, maka seluruh wilayahnya dapat direbut dengan mudah !!…….kisah perjalanan peneklukannya hingga ke India itu tampaknya sekedar jalan-jalan saja……

sekian dulu……

Wassalam,
Dwiyanto P.

Yan

May 5th, 2010 at 8:53 AM

Wa’alaikum salam Wr Wb

Terimakasih atas responnya.

Jangan khawatir mas tentang pernyataan Alexander “NOT SO GREAT” sudah banyak koq ahli sejarah modern yang sepaham, seperti yang saya kutip dari http://yanrizal.com/?p=236 berikut;

“…banyak ahli sejarah modern menyatakan bahwa Alexander tidak se agung dan sehebat Cyrus The Great karena dia sebenarnya hanya menaklukan Imperium Persia yang sudah dibangun oleh Cyrus dan Darius dua abad sebelumnya, Alexander di Asia lebih dikenal sebagai Iskandar atau Iskandar Dzulqarnayn.”

Sayangnya kebanyakan orang asia bahkan ahli tafsir muslim banyak yang meyakini bahwa Iskandar (Alexander) adalah Dzulqarnayn

Dwiyanto P.

May 14th, 2010 at 8:08 AM

Ass.wr.wb,

Terimak kasih kembali,

Hal itulah yang menjadi tugas kita, khususnya para pemuda seperti anda untuk meluruskan sejarah yang disusun oleh para ahli tafsir tsb. dengan memberikan argumen-argumen yang kuat !! Saya sudah banyak membahas hal ini, coba anda disa buka blog “Visi Pramudia”…….
Diantara alasan kuat yang membuat saya yakin adalah dari 1: Asbabun Nuzulnya : bahwa pertanyaan tentang Dzulqarnayn itu diajukan oleh para Ulama` Yahudi kepada Rasulullah Saw. Dimana mereka menganggap beliau sebagai Messiah (setingkat Nabi) karena raja tsb. mengembalikan (menyelamatkan) kaum Yahudi dari penjajahan bangsa Babil serta mengembalikannya ke Palestina (Jerusalem)
2: Saya mendapat “petunjuk” pada bulan Dzulqa’idah 1428 H (Desember 2007 M) bahwasanya jawaban pertanyaan mengenai siapa Dzulqarnayn (Surah 18 Al Kahfi) terdapat pada Surah Quraisy (106), karena nama suku ‘Arab Quraisy diambil dari nama raja Persia Kuresh (Cyrus) tsb. ! Gelar “Quraisy” dipakai oleh salah satu kakek buyut Rasulullah Saw. yang bernama Fihr. Rasulullah dalam haditsnya juga pernah mengungkapkan keutamaan bangsa Persia ! Coba anda bahas dengan para ahli sejarah dan ulama tentang pendapat saya ini…..

Wassalam,
Dwiyanto P.

halim

May 29th, 2010 at 11:31 PM

Untuk mengetahui lebih jelas siapa sosok Dzulqarnain, maka perlu kita ketahui dahulu siapakah bangsa Ya’juj & Ma’juj yang pernah dikunci oleh Dzulqarnain dengan tembok besi bertapis tembaga agar Ya’juj Ma’juj ini tak menyerang keluar.
Jadi menurut saya kita harus mengetahui siapakah bangsa bengis kejam Ya’juj Ma’juj ini? kemudian baru kita kaji siapakah raja-raja dunia yang pernah berhadapan / berperang melawan Ya’juj Ma’juj. Tentu, raja yang berjaya mengalahkan ya’juj ma’juj ini lebih pantas disebut DZulqarnain, karena secara tersirat Qur’an surat Al Kahfi menunjukkan bahwa Dzulqarnain ini juga berjaya mengalahkan dan mengusir Ya’juj ma’juj hingga mereka masuk kembali ke negeri merekan sendiri.
Dan saya baru saja membaca buku penting berjudul “JEJAK YAKJUJ & MAKJUJ DALAM INSKRIPSI YAHUDI” (480 hlm) penerbit Hikmah. dalam buku itu disebukan bahwa Ya’juj Ma’juj adalah bangsa barbar nomaden dari padang rumput eurasia, mereka oleh bangsa Yunani disebut bangsa “SCYTHIAN”. dalam buku ini dijelaskan scr detil kronologi keluarnya bgs Ya’juj Ma’juj Scythian ini dalam menghancurkan peradaban di Fertile Crescent (bulan sabit subur) di Asia Barat Daya, yaitu berturut-turut menghancurkan:
1) kerajaan Hitti & Urartu thn 743 SM;
2) menghancurkan kerajaan Israel Utara di Samaria thn 721 SM;
3) menghancurkan ibukota kerajaan Assyria, yaitu Niniwe pd thn 612 SM;
4) menghancurkan ibukota kerajaan Yudea, yaitu Yerusalem pd thn 587 SM;
5) Mengancurkan kota Babilon pd thn 539 SM;

coba lihat http://www.mizan.com/viewimage.php?id=8146

halim

May 29th, 2010 at 11:33 PM

Berikut ini Daftar Isi buku “JEJAK YAKJUJ & MAKJUJ (GOG MAGOG) DLM INSKRIPSI YAHUDI” :

Kata Pengantar

Bab 1: Inskripsi Yahudi: Sebuah Pengantar
-Kenapa kita perlu menelusuri Yakjuj & Makjuj dalam Inskripsi Yahudi?
-Inskripsi Yahudi dan Latar Belakang Pembentukannya
-Septuagint: Perjanjian Lama
-Inskripsi karya Flavius Josephus
-Naskah Laut Mati ’The Dead Sea Scrools’
-Talmud
-Carta Timeline Talmud
-Timeline Inskripsi Yudaisme
-Analisis eksplorasi Sinkronik – Diakronik tentang Yakjuj dan Makjuj
-Usaha mengaburkan identiti bangsa Gog Magog
-Usaha mencemarkan nama baik Nabi Ishaq

Bab 2: Suara-suara dari Padang Gurun tentang Zulqarnain danYakjuj & Makjuj
- Latar belakang Pertanyaan pendeta Yahudi tentang Zulqarnain kepada Nabi Muhammad.
- Senandung Padang Gurun tentang Muhammad
- Daud menyebut Muhammad sebagai ”Adonai”
- Percakapan Yahya/John Pembabtis dengan pendeta Yahudi tentang ”Nabi yang Akan Datang”
-Isa menyebut Muhammad sbg ”Terang yang Besar”
-Daniel menyebut Muhammad sebagai ”batu yang meremukkan patung”
-Muhammad, Benang Merah senandung para nabi
-Orang-orang Yahudi rela tinggal di padang Paran
-Nabi Jeremiah (Aramia) menyebutnya ”Ehmed”
-Talmud Babilon menyebutnya ‘Emeth’
-Yakjuj & Makjuj dalam sumber Islam
-Yakjuj & Makjuj di dalam al-Quran dan Tafsir
-Seputar Asbabun Nuzul (Sebab-sebab Turun Ayat)
-Epistemologi bijak yang dikongkong oleh kesombongan
-Adakah “bangsa yang buta huruf” mampu membaca kisah Alexander?
-Sifat Zulqarnain
-Sifat Yakjuj & Makjuj di dalam Tafsir Qur’an

Bab 3: Genealogi Yakjuj Makjuj dalam Inskripsi Yahudi
-Di dalam Bible, Yakjuj dan Makjuj disebut Gog dan Magog
-Garis Keturunan Yakjuj Makjuj dalam Yahudi
-Magog dalam Talmud
-Scythia Yakjuj Makjuj di dalam buku Josephus,“Antiquities of the Jews”
-Scythia Yakjuj Makjuj di dalam buku Josephus,’’Jews Wars’
-Al Qur’an bebas daripada unsur Plagiat
-Josephus Menggunakan Bahasa Yunani
-Bahasa Yunani baru dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada abad 9 M
-Scythia Yakjuj Makjuj di dalam buku Josephus,’The Apions’
-Scythia Yakjuj Makjuj di dalam Perjanjian Baru
-Magog di dalam Inskripsi Gulungan Laut Mati
-Lokasi Gog Magog Scythia
-Nama Gog Magog
-Bukti Kisah Yakjuj dan Makjuj di dalam Al Quran bukan plagiat daripada kitab sebelumnya

Bab 4: Gerombolan Nomad Scythia adalah Gog Magog
-Tafsir al-Quran Yusuf Ali: Scythia adalah Yakjuj Makjuj
-Kesalahan Evangelis dan Zionis:’Scythia’ daripada nama ’Isaac’
-’Gog’ dalam inkripsi Cylinder Ashurbanipal Assyria
-Suku Scythia adalah suku pertama yang berhasil menjinakkan kuda
-Menjejak serapan kata GOG atau JUJ dalam bahasa Inggeris dan Jerman
-Kebiadaban bangsa Yakjuj Makjuj Scythia
-Lokasi Kediaman Bangsa Yakjuj Makjuj Scythia
-Bukti Akeologi Bangsa Yakjuj Makjuj Scythia mendiami di Utara (Eurasia)
-Timeline Gerombolan Barbar Scythia
-Raja-raja Scythia
-Lokasi Kediaman Scythia menurut Peta Kuno Yunani
-Saudara sebangsa Scythia adalah suku Xiongnu, Hun, Mongol, Tartar
-Lagu ‘Scythian Tribe’
-Republik Sacha: Munculnya negeri Scythia Moden?

Bab 5: Sejarah Timur Tengah dan Yahudi serta peranan bangsa Barbar Scythia
-Menelusuri jejak bangsa Yakjuj dan Makjuj Scythia dalam Sejarah Timur Tengah
-Timeline Timur Tengah dan Sejarah Bani Israel serta hubung kait dengan Yakjuj & Makjuj Scythia
-Peta Kekuasaan – Kekuasaan di Fertile Crescent – Timur Tengah tahun 700-550 SM
-Sinkronik-Diakronik Peradaban Timur Tengah tahun 700-550 SM
-Tempoh Serangan Yakjuj Makjuj Scythia

Bab 6: Serangan Yakjuj & Makjuj ke Kerajaan Hitti di Urartu 743 SM
-Ekspedisi Assyria Memerangi Yakjuj Makjuj Scythia
-Suku Barbar Scythia dan Cimmeria bersaing menakluk Urartu
-Yakjuj & Makjuj Menerobos Pegunungan Kaukasus
-’Rab Kisir Gimirai’ pasukan khusus Yakjuj Makjuj Cimmeria
-Jalur sempit keluarnya Yakjuj & Makjuj Scyhtia & Cimmeria
-Darial Gorge (Ngarai Darial) dan Caspian Gates
-Yakjuj Makjuj Cimmeria menjadi perajurit upahan Kerajaan Assyria
-Kerajaan Scythia di Urartu tahun 700 SM

Bab 7: Serangan Yakjuj & Makjuj ke Samaria, Ibu kota Kerajaan Israel Utara tahun 721 SM
-Zaman Keemasan Israel
-Kerajaan Israel berpecah-belah
-Israel melanggar janjinya sendiri, Mulai menyembah berhala patung-patung.
-Pembuangan Suku Israel
-Serangan Yakjuj Makjuj Cimmeria ke Samaria tahun 722 SM sebagai Hukuman Allah
-Penaklukan Raja Sargon II dalam Inskripsi Assyria
-Para nabi yang mengingatkan kerosakan akidah kerajaan Israel

Bab 8: Serangan Yakjuj dan Makjuj ke Niniwe Assyria tahun 612 SM
-Niniwe, Ibukota Kerajaan Assyria
-Pasukan berkuda Media dan Scythia bergerak ke Niniwe
-Kejahatan dan Kekejaman bangsa Assyria
-Para Penafsir Bible menutupi peranan bangsa barbar Scythia dalam penghancuran Niniwe
-Raja Assyria berputus asa dengan membakar diri dan Istananya
-Niniwe pun dijarah dan dibakar oleh Scythia Yakjuj Makjuj
-Nabi-nabi Israel yang mengingatkan kehancuran Niniwe
-Harta karun Emas suku Scyhtia dari Rampasan di Niniwe

Bab 9: Serangan Yakjuj & Makjuj ke kota Jerusalem, Ibu kota Kerajaan Yehuda tahun 587 SM
-Yakjuj Makjuj Scythia menyerang Jerusalem
-Catatan Herodotus ketika memasuki negeri Yakjuj Makjuj Scythia
-Nabi Jeremia pernah tampil di Jerusalem mengingatkan datangnya Gog Magog
-Gabungan Scythia dan Babilon inilah ‘Periuk Mendidih dari Utara’
-Dan Jerusalem pun merana
-Ezra / Uzair memasuki Runtuhan Jerusalem
-Scythia, setelah kehancuran Yerusalem: Gerombolan Scythia menghancurkan Babilon

Bab 10: Nabi Yehezkiel mengabarkan datangnya Gog Magog
-Kesalahan Kronologi Kenabian Israel menjadikan kisah Gog Magog dalam Bibel sulit dipahami
-Kelalaian Editor/Penyalin Kitab Yehezkiel
-Kronologi Kisah dalam kitab Yehezkiel
-Magog dalam Yeheziel adalah bangsa Barbar Scythia
-Keaslian Teks Yehezkiel 38 dan 39

Bab 11: Nabi Yunus mengingatkan Kota Niniwe tentang Ancaman Yakjuj dan Makjuj
-Nabi Yunus memberitakan tentang Gog Magog
-Gerombolan Barbar Scythia keluar dari balik pegunungan Kaukasus
-Raja Assyria dan penduduk Niniwe patuh pada Yunus
-Kisah Dakwah Nabi Yunus dan Isa
-Usaha penyisipan teks

Bab 12: Nahum mendapat penglihatan tentang dekatnya Kehancuran Niniwe
-Kehancuran Niniwe sebagai bentuk Murka Tuhan

Bab 13: Amos dan Joel mengibaratkan keluarnya Gog Magog laksana Serangan Belalang
-Siapakah Amos?
-Bible juga mengumpamakan serangan Yakjuj & Makjuj sebagaimana serangan Belalang.
-Bible menyebut Gog adalah Raja Belalang.
-Sifat serangan Belalang dalam Bible
-Nabi Muhammad mengibaratkan serangan Yakjuj Makjuj seperti serangan belalang
-Serangan Belalang di Timur Tengah
-Bencana Belalang

Bab 14: Pergulatan Nabi Jeremia Mengingatkan Kebebalan Kaum Israel tentang Bahaya Gog Magog
-Siapakah Jeremia?
-Malapetaka dari Utara adalah Yakjuj & Makjuj
-Alasan Nebukadnezar membawa pasukan Yakjuj Makjuj Scythia
-Jeremia diutus bagi mengingatkan tentang bahaya munculnya Yakjuj Makjuj ke atas Jerusalem
-Bukti Pendapat Jeremia memberitakan tentang keluarnya gerombolan Yakjuj Makjuj Scythia.
-Gelar pasukan Gog Magog yang dipakai Jeremia
-Dalam Jeremia, Gog Magog disebut sebagai gandar besi
-Bani Israel Judea Jerusalem berlindung pada Mesir
-Juj = Gog = Yoke = Joch
-Nabi Jeremia dipenjara oleh Bani Israel Yehuda.
-Jerusalem hancur secara total
-Nabi Jeremia dibebaskan oleh Yakjuj Makjuj Scythia

Bab 15: Keluarnya Yakjuj & Makjuj Pada Akhir Zaman dalam Inskripsi Yahudi
-Keluarnya Yakjuj & Makjuj pada Akhir Zaman di dalan sumber-sumber Islam
-Keluarnya Yakjuj & Makjuj pada Akhir Zaman petanda Kiamat sudah dekat
-Mungkinkah Sejarah Terulang?
-Ramalan keluarnya Yakjuj dan Makjuj (Gog Magog) dalam Inskripsi Yahudi
-Ramalan Merajalelanya Gog Magog di dalam Perjanjian Lama
-Ramalan keluarnya Magog dalam Talmud Babilon
-Perjanjian Baru: Gog Magog sebagai pasukan Iblis yang terlepas.

Bab 16: Jawapan atas Distorsi Evangelis Barat tentang Gog Magog

semoga menambah pengetahuan & iman kita semua

Dwiyanto P.

June 3rd, 2010 at 5:43 PM

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Saya ingin menanggapi komentar sdr. Halim

Pertamanya, saya ingin berterima kasih atas info buku tsb. Insya Allah akan saya cari dan baca segera, karena topik tsb. memeng sangat menarik dan penting.

Keduanya, saya setuju dengan pendapat buku itu mengenai siapa bangsa Ya`juj wa Ma`juj tsb. karena beberapa tahun yang lalu sudah menyimpulkan bahwa kemungkinan terkuat mereka adalah bangsa Scythian (Saka dlm. Bhs India) atau Cimmerian atau juga Samaritans tsb.yang tinggal secara nomaden di steppa Russia selatan berbatasan dengan Peg . Kaukasus.

Ketiganya, saya juga menanggapi tulisan buku itu yang menurut saya tidak tepat.
Serangan bangsa Ya`juj wa Ma`juj ke wilayah “Fertile Crescent” tidak ada yang ber akibat serius sejauh pengetahuan saya, dengan penjelasan sbb. :
1. Mengenai penghancuran Urartu (Armenia) ditahun 743 SM, bukan dilakukan oleh bangsa pengacau tsb. melainkan oleh bangsa Assyria (Ashur) dibawah pimpinan rajanya Tiglath pileser (Tikulti apil-esharra) III.
2. Mengenai penghancuran Kerajaan Israel (utara) dengan ibukota Samaria pada tahun 722~721 SM juga dilakukan oleh bangsa Assyria (Ashur) dibawah pimpinan raja Shalmaneser V dan diselesaikan oleh raja Sargon (Sarrukhin) II.
3. Mengenai penghancuran kerajaan Assyria (ibukota Nineveh atau Ninuwi) pada tahun 612 SM, dilakukan oleh bangsa Khaldea atau Babilonia baru dibawah pimpinan raja Nabopolassar dibantu oleh pasukan bangsa Media (Persia sek.).
4. Mengenai penghancuran kerajaan Yudah (selatan) pada tahun 587~586 SM, dilakukan oleh pasykan bangsa Khaldea tsb. (no.3) dibawah pimpinan rajanya yang terkenal Nabukadnezzar (Bukhtunassar) !
5. Mengenai penghancuran kerajaan Babilonia dan kota Babil pada tahun 539 SM, dilakukan oleh pasukan bangsa Persia dibawah pimpinan raja Cyrus (Kuresh) yang Agung (the Great) yang menurut saya adalah “Dzulqarnayn” karena ia telah menjadi raja dari 2 kerajaan atau menyatukan 2 kerajaan yaitu Media dan Anshan [ oleh karenanya disebut “orang yang mempunyai “dua tanduk” (kekuasaan) ]
Menurut pendapat saya dan sejauh pengetahuan yang saya miliki, mereka (bangsa Ya`juj wa Ma`juj) tidak pernah melakukan serangan jauh kedalam kawasan itu, kecuali mereka pernah masuk ke wilayah India utara saja (disebut dengan bangsa Saka atau Shaka).
Mereka hanya menyerbu dikawasan lembah pegunungan Kaukasus saja (perhatikan Surah Al Kahfi 93~98), sehingga dibuatkanlah tembok besi-tembaga oleh raja Persia Kuresh (Cyrus) “Dzulqarnayn” tsb. pada tahun 537 SM.

Sekian dulu

Wassalam,

Abu Ahmad Dwiyanto

Yan

June 4th, 2010 at 4:58 PM

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Saya sudah beli dan baca sampai tamat buku “JEJAK YAKJUJ DAN MAKJUJ DALAM INSKRIPSI YAHUDI” karya Muhammad Alexander Wisnu Sasongko, buku yang cukup menarik dan cukup tebal dengan banyak pengulangan kalimat didalamnya.

Cukup menarik sebagai salah satu referensi untuk mengetahui sejarah perkembangan bangsa-bangsa di dunia namun cukup “membuat puyeng” untuk menyimpulkan siapa sesungguhnya Ya’juj Ma’juj? malahan membuat semuanya menjadi rancu dan kabur dengan kesimpulan yang menurut saya kurang mengarah dan banyak pengulangan kalimat.

Kenapa saya katakan “membuat puyeng”?

Coba perhatikan hadist nabi SAW dan bandingkan dengan kesimpulan penulis buku tersebut:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah dalam keadaan jarinya terbalut karena tersengat kalajengking. Beliau bersabda: “Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya Ya’juj dan Ma’juj, lebar mukanya, kecil (sipit) matanya, dan ada warna putih di rambut atas. Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai.” (HR. Ahmad) dikutip dari http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=590

Adapun kesimpulan dalam buku tersebut sebagai berikut: “Ya’juj Ma’juj adalah Gog Magog adalah bangsa Scythia, atau Saca atau Saxon, keturunan Israel, yang sekarang menjadi bangsa-bangsa Eropa dan Amerika, logikanya kolonialisme bangsa Eropa atas negeri-negeri timur dan Islam pada abad 18-20M adalah episode keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.”

Selain itu Muhammad Alexander Wisnu Sasongko juga meyakini bahwa Alexander The Great adalah Dzulqarnayn, entah darimana kesimpulan atas keyakinannya itu? kita tunggu saja buku selanjutnya dari penulis yang berjudul “ALEXANDER adalah ZULQARNAIN”

halim

June 5th, 2010 at 5:17 PM

tanggapan atas sdr Dwiyanto P.
pendapat sdr memeng benar ttg pehancuran
1. Urartu (Armenia) ditahun 743 SM Assyria (Ashur) dibawah pimpinan rajanya Tiglath pileser (Tikulti apil-esharra) III.
2. penghancuran Kerajaan Israel (utara) dengan ibukota Samaria pada tahun 722~721 SM bangsa Assyria (Ashur) dibawah pimpinan raja Shalmaneser V dan diselesaikan oleh raja Sargon (Sarrukhin) II.
3. penghancuran kerajaan Assyria (ibukota Nineveh atau Ninuwi) pada tahun 612 SM, dilakukan oleh bangsa Khaldea atau Babilonia baru dibawah pimpinan raja Nabopolassar dibantu oleh pasukan bangsa Media (Persia sek.).
4. penghancuran kerajaan Yudah (selatan) pada tahun 587~586 SM, dilakukan oleh pasykan bangsa Khaldea tsb, dbawah pimpinan rajanya yang terkenal Nabukadnezzar (Bukhtunassar) !
5. Mengenai penghancuran kerajaan Babilonia dan kota Babil pada tahun 539 SM, dilakukan oleh pasukan bangsa Persia dibawah pimpinan raja Cyrus (Kuresh) yang Agung (the Great)
apa yang sdr sebutkan memang benar dan sesuai dengan apa yang dibahas dalam buku Jejak Yakjuj & Makjuj, tetapi dalam buku itu juga menambahkan bahwa dalam penghancuran kota-kota itu (urartu, Samaria, Ninive, Yerusalem, & Babilon) para penghancur itu selalu dibantu oleh kekuatan dari utara, yaitu gerombolan barbar bengis bangsa Yakjuj Makjuj Scythian (Saca/Saxon). Dalam buku ini disebutkan lengkap dg smber catatan kaki & hujah yang kuat.
Bahkan ketika Cyrus thr great menguasai Babilon, pasukan Cyrus dibantu oleh kekuatan utara Scythian ini. Buku itu (hlm 289) menyebutkan teks Bible kitab Yeremia 51:27 dimana Scythian disbut sebgai “Askenas” .

Buku Jejak Y & M itu meyebutkan: “Pasukan besar dari Ararat (Urartu), Mini (Mannae) dan Askenas (Scythian) bergabung dgn Cyrus the Great utk mengepung dan menghancurkan Babilon”.

halim

June 5th, 2010 at 5:30 PM

Komentar utk sdr Yan:
Kesimpulan penulis buku Jejak Yakjuj & Makjuj bahwa Yakjuj makjuj adalah Scythian > Saca > Saxon sebagai keturunan Israel yang kemudian menjadi bangsa2 Eropa dan Amerika, maka saya kira ini hanya taktik diplomasi penulis saja utk menjawab balik tuduhan para orientalis evangelis & Zionist yg menuduh bahwa bangsa-bangsa Arab, Islam, sebagai Yakjuj & Makjuj (Gog Magog) yg akan menghancurkan Israel (baca hlm.401-406). Bahkan para orientalis itu yaitu Ernest L Martin, Ph.D juga menuduh orang jawa adalah sekutu Magog / Makjuj (hlm.406). Berdsr tuduhan yg tidak berdasar itulah maka saya kira si penulis Jejak Yakjuj & Makjuj itu membalas dengan cara melempar tuduhan itu pada mreka sendiri. dan pendapat si Penulis itu juga didasarkan pada pendapat orang barat juga, silahlan baca sendirilah, saya agak malas mengetik panjang-panjang.

Yan

June 7th, 2010 at 8:53 AM

tks mas halim, saya sudah baca semua dari mulai pengantar sampai kesimpulan, sejak awal penulis bertolak pada pendapat flavius josephus dalam bukunya “Antiquities of the Jews” bahwa ya’juj ma’juj adalah gog magog (gog diidentifikasi sebagai orang2 scythia yang tinggal di tanah gog atau magogites) setelah membaca bukunya yang setebal itu intinya tetap bahwa gog magog adalah bangsa scythia lalu pada bab kesimpulan disimpulkan dalam kalimat panjang yang berulang mengenai hal tersebut, lalu disimpulkan pula dalam dua paragraf berulang di tengah dan dibagian akhir kesimpulan bahwa: “Ya’juj Ma’juj adalah Gog Magog adalah bangsa Scythia, atau Saca atau Saxon, keturunan Israel, yang sekarang menjadi bangsa-bangsa Eropa dan Amerika, logikanya kolonialisme bangsa Eropa atas negeri-negeri timur dan Islam pada abad 18-20M adalah episode keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.”

Sebagai seorang muslim tentunya saya harus melakukan komparasi atas kesimpulan dalam buku tersebut dengan hadist yang jelas-jelas menunjukan siapa dan bagaimana Ya’juj Ma’juj sebagaimana yang telah saya ungkapkan dalam komentar saya sebelumnya di http://yanrizal.com/?p=288#comment-798 dan hasilnya buku tersebut bukannya mengarahkan kita pada suatu kejelasan melainkan malah membawa kita kepada pendapat atau opini atau “diplomasi subyektif” dari penulis yang rancu dan kabur mengenai siapa Ya’juj dan Ma’juj.

halim

June 8th, 2010 at 6:59 AM

Untuk Sdr Yan:
Memang benar pendapat sdr bahwa untuk mengetahui Ya’juj Ma’juj kita harus mengkomparasikan dengan sumber-sumber hadist.

Begitu juga dengan buku “jejak yakjuj makjuj” ini, pada awal-awal bab disebutkan asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya) ayat qur’an tentang kisah ya’juj & ma’juj. bahwa turunnya surat Al kahfi tentang Dzulqarnan dan Ya’juj Ma’juj adalah sebagai jawaban Allah SWT atas pertanyaan pendeta Yahudi yg dibawa orang kafir Mekah. Penulis buku itu pd hlm 71-72 merujuk pada hadist sebagai berikut:

Dikemukakan oleh Ibnu Jarir dari Jalan Ibnu Ishaq dari seorang Syaikh dari Mesir dari ‘Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. yang berkata, bahwa orang-orang Quraisy mengutus An Nadlr bin Al Harts dan Uqbah bin Mu’ith kepada pendeta-pendeta Yahudi di Madinah, dan berkata: “Tanyakan kepada mereka (para pendeta Yahudi) tentang Muhammad, ceritakan kepada mereka sifat-sifatnya dan beritahukan kepada mereka segala sesuatu yang dikatakan olehnya. Mereka adalah ahli kitab dalam memahami kitab yang telah diturunkan lebih dahulu dan mempunyai ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda kenabian yang kita sendiri tidak mengetahuinya!”.
Kedua orang itu pun berangkat. Sesampainya di Madinah, mereka bertanya kepada pendeta Yahudi tentang Rasulullah saw. dan menceritakan sifat-sifat yang ada pada beliau dan sebagian apa yang dikatakan oleh beliau. Maka berkatalah pendeta-pendeta Yahudi itu kepada utusan Quraisy : “Tanyakan kepadanya tentang tiga perkara. Jika dia dapat menceritakan kepada kalian akan tiga perkara itu, maka dia adalah seorang Nabi yang diutus, tetapi jika dia tidak dapat menjawabnya, maka dia adalah orang yang hanya mengaku-ngaku diri sebagai seorang Nabi. Tanyakanlah kepadanya tentang pemuda-pemuda pada zaman dahulu kala yang bepergian dan apa yang terjadi pada diri mereka, sesungguhnya hal ini termasuk perkara yang mengagumkan. Tanyakan kepadanya tentang seorang laki-laki pengembara yang berkeliling sampai ke Timur dan Barat dan apa yang terjadi padanya. Dan tanyakan kepadanya tentang Roh, apakah Roh itu.” Lalu kedua utusan itu kembali. Sesampai di (tempat) orang-orang Quraisy keduanya berkata: “Sesungguhnya kami pulang dengan membawa sesuatu yang dapat membedakan antara kalian dan antara Muhammad”. Lalu mereka pun berangkat menuju Rasulullah saw lalu bertanya kepada beliau tentang tiga perkara tersebut. Rasulullah saw menjawab : “Aku akan mengabarkan kalian tentang apa yang kalian tanyakan itu besok (beliau tanpa menyebut Insyaa Allah)”. Lalu mereka semua pulang.
Rasulullah saw menunggu datangya wahyu sampai lima belas malam lamanya, dan Malaikat Jigril pun tidak kunjung datang, sehingga menggoyahkan penduduk Makah, bahkan Rasulullah saw merasa sangat sedih karenanya, tidak tahu apa yang akan dikatakan untuk menjawab pertanyaan orang-orang Quraisy tadi. Kemudian datanglah Malaikat Jibril dari Allah dengan membawa Surat Ashhabul Kahfi, yang isinya menegur Rasulullah saw atas kesedihannya karena perbuatan orang-orang Quraisy itu, dan menerangkan tentang pemuda-pemuda yang bepergian yang ditanyakan kepadanya tadi. (Al Imam Jalaludin As Suyuti, Lubabun Nuquuli fii Asbaabin Nuzuuli – Riwayat Turunnya Ayat-ayat Suci Al Qur’an, h.357-370)

berdasarkan latarbelakang inilah maka penulis berpikir, bahwa orang yahudi tahu siapakah bangsa yakjuj makjuj itu. dan inilah yang kata penulis membuat para pendeta yahudi itu terperangah, bagaimana bisa Muhammad yag buta huruf itu mengetahui kisah yakjuj makjuj?
Dari sinilah penulis buku itu (hlm. 3-4) perlu meneliti inskripsi-inskripsi yahudi berkenaan yakjuj makjuj. dan ternyata penulis buku itu mendapati ada kata “Gog Magog” dalam bible kitab Yehezkiel saja, tetapi dlm kitab itu tidak disebutkan siapakah sebenarnya bangsa gog magog itu. kemudian penulis buku itu menganalisis dengna metode “SINKRONIK-DIAKRONIK” ke atas semua inskripsi yahudi, hingga penulis itu berjaya menemukan bahwa gog magog dalam bible kitab yeremia disbeut dgn istilah “Periuk mendidih, dari utara”; malapetaka dari utara, pemusnah bangsa-bangsa, pasukan berkuda, si pembinasa, pedang tuhan, besi dari utara dan tembaga, kuk/gandar besi. (lihat hlm 374 buku itu).

halim

June 8th, 2010 at 7:18 AM

lanjutan:
Penulis buku jejak Yakjuj & makjuj itu juga menemukan bahya gog magog disebut juga dalam Bible kitab Joel dengan istilah: suatu bangsa yg kuat & tdk terbilang byknya; pemusnah, nyala api, yang datang dari utara (lihat hlm.352)
Kemudian penulis buku itu berjaya menemukan inskripsi yahudi yang ditulis oleh sejarawan yahudi berkebangsaan romawi bernama Flavius Josepus (hidup abad petama masehi) dalam kitabnya yang berjudul Antiquities of Jews (buku I, bab 6) tentang siapakah bangsa gog magog itu: bahwa apa yang disebut oleh orang yunani sebagai bangsa Scythian itu, sebenarnya adalah bangsa Magog yang disebut oleh orang yuhudi (hlm.95) jadi magog dalam istilah yahudi adalah bangsa Scythian dalam istilah Yunani: Magog = Scythian. dari sinilah kemudian penulis meneliti kitab-kitab sejarah Yunani-Romawi mengenai siapakah bangsa Scythian ini? dan dikethaui bahwa bangsa Scythian ini hidup di utara pegunungan Kaukasus (sekarang di Rusia selatan hingga ke monggolia), yang oleh penulis buku itu disebut Padang Rumput Eurasia. di sinilah bangsa Yakjuj Makjuj Scythian itu hidup. Ketika musim dingin, mereka dan hewan ternak mereka kelaparan, maka pada saat itulah mereka migrasi ke selatan termasuk ke timur tengah, afghanistan, india, sambil membuat kerusakan (merampas hasil pertanian dan hewan, membunuh, memperkosa).

dari kajian penulis ini, dapat diketahui hal penting bahwa teks A Qur’an mengenai kisah Dzulqarnain dan Yakjuj Makjuj adalah wahyu dari Allah,bukan karangan nabi Muhammad saw, bukan plagiat dari kitap/inskripsi yahudi maupun yunani.
mestinya kita sebagai muslim harus besyukur dan berbangga dengan usaha gigih penulis yang telah berjaya menemukan secara ilmiah siapakah Yakjuj makjuj, dan berjaya menangkis tuduhan-tuduhan para orientalis evangelis dna zionis yg slalu menuduh bahwa Qur’an memplagiat kitab sebelumnya. kita perlu berterimakasi kepada penulis dgn usahanya itu yang tentu dia telah mengorbankan bahwa waktu dan biaya bagi kajian itu, dan bukannya berlagak sinis terhadap kajian-kajian seperti ini.

saya sedang menunggu buku sekuel kedua penulis yang berjudul “ALEXANDER THE GREAT ADALAH DZULQARNAIN”.

Dwiyanto P.

June 8th, 2010 at 8:10 AM

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Kepada sdr. Halim dan Yan,

Alhamdulillah, menurut pendapat saya berdasarkan analisa yang saya lakukan beberapa tahun terakhir ini, sudah hampir sesuai dengan pendapat anda berdua. Artinya Insya Allah pendapat kita sudah mendekati kebenaran, sesuai dengan apa yang dimaksud dalam firman Alah Swt dan sabda Rasulullah Saw. !

Dalam kesempatan ini saya ingin menanggapi sbb:
? Mengenai pasukan Scythia yang membantu seluruh penaklukan tsb. diatas, terus terang saya baru tahu. Hal itu bisa saja terjadi karena memang sejak dulu sudah ada tentara bayaran. Namun yang membuat saya ragu, apakah bisa pasukan “liar” (barbar) tsb ber koordinasi dengan pasukan-pasukan regular dari beberapa kerajaan besar itu (?). Kita boleh saja mengambil referensi dari buku-buku “Yahudi” namun harus tetap waspada (awas), karena mereka dalam kenyataannya suka memutar balik sejarah !!
? Saya sangat setuju dengan pendapat anda mengenai adanya unsur Israil didalam bangsa Ya`ju wa Ma`juj tsb. dengan penjelasan (sesuai analisa) sejarah sbb. :

Pada saat penghancuran kerajaan Israil (utara) ditahun 722~721 SM oleh pasukan Assyria (Ashur), penduduknya (terdiri dari 10 suku Israil kecuali suku Yahuda dan Benyamin yang masih exist hingga 586 SM) dipindahkan (digiring) menuju wilayah mereka yaitu di Assyria (utara ‘Iraq sekarang); Pada saat kerajaan Assyria dihancurkan oleh bangsa Khaldea (Neo Babylonia) ditahun 612 sampai 609 SM, bangsa Isra`il tsb. “terlepas” dan mengembara terus ke arah utara (tahun 610 SM menurut informasi sejarah) hingga akhirnya melintasi pegunungan Kaukasus untuk “bersatu” dengan bangsa Ya`juj wa Ma`juj (Scythia) ! Oleh karenanya mereka bisa lebih kuat dan pandai meskipun tetap bersifat liar (barbar). Menurut saya, karena gagal menembus peg. Kaukasus maka mereka mulai mencari jalur lain, yaitu menginvasi Eropa barat. Invasi pertama kira-kira pada sekitar tahun 400~300 SM ke wilayah Jerman (sekarang). Ketangguhan mereka terlihat pada saat pasukan terkuat Imperium Roma (super power dunia saat itu) “tidak mampu” menaklukkannya ! sehingga bangsa Roma tertahan di wilayah sungai Rhein ! Invasi kedua dilakukan pada tahun 300~400 M dimana mereka saat itu telah menjelma menjadi beberapa bangsa yang lebih kuat dan militan : Franks, Saxon, Alamanni, Goth (kata Goth ini mirip dengan kata Ya`juj (Gog)), Suevi, Huns dll. Mereka mampu mnghancurkan Imperium Roma barat pada tahun 476 M dan mampu mengintegrasikan pasukannya dengan Imperium Roma timur !

Sehingga sampai sekarang keturunan merekalah yang menjadi inti penduduk bangsa – bangsa Eropa (Britania (Inggris), Perancis, Spanyol, Portugal, Belanda, dll.) saat ini !……yang akhirnya melakukan Invasi (Imperialisme) besar-besaran dari (“tempat-tempat yang tinggi = wilayah utara bumi, Surah Al Anbiya 96) menjajah, merampok, membantai milyaran manusia tanpa ada pertanggung jawaban HAM !!, menteror (inilah “terrorisme” yang sejati) bangsa-bangsa dunia ini termasuk Indonesia dari abad ke 15 hingga sekarang (invasi pasukan AS dan sekutunya ke Afghanistan dan ‘Iraq) !!!

Wallahu a’lam,

Wassalam,

Abu Ahmad Dwiyanto

Yan

June 8th, 2010 at 8:59 AM

to mas halim, saya quote pernyataan anda sbb:

“mestinya kita sebagai muslim harus besyukur dan berbangga dengan usaha gigih penulis yang telah berjaya menemukan secara ilmiah siapakah Yakjuj makjuj, dan berjaya menangkis tuduhan-tuduhan para orientalis evangelis dna zionis yg slalu menuduh bahwa Qur’an memplagiat kitab sebelumnya. kita perlu berterimakasi kepada penulis dgn usahanya itu yang tentu dia telah mengorbankan bahwa waktu dan biaya bagi kajian itu, dan bukannya berlagak sinis terhadap kajian-kajian seperti ini.”

saya juga quote ulasan salah seorang pembaca buku ALEXANDER ADALAH ZULQARNAIN dari PTS Portal:

“Hakikat sebenar yg dapat saya kutip dari penulisan ini ialah kesungguhan penulis untuk membela agama Islam yg kita cintai dari prasangka2 golongan Kuffar dan bukanlah mencalonkan Alexender the great sebagai Dzulkarnain menjadi keutamaan beliau..”

Tentunya sebagai sesama muslim saya menghargai usaha siapapun yang berjuang membela Islam, tidak ada maksud “berlagak sinis” seperti yang mas halim tuduhkan; yang ada dalam benak saya hanya menginginkan suatu “pencerahan” “konsistensi” dan “sinkronisasi” antara uraian sebuah buku dengan judul serta kesimpulan yang ditarik dari buku tersebut dikaitkan dengan kitab suci/hadist yang cukup jelas mengenai hal yang menjadi tema sebuah karya tulis, alangkah sangat merugi jika kita membeli sebuah buku dan membacanya malah menjauhkan kita dari kejelasan dan kebenaran yang sesungguhnya dan malahan membuat kita terjebak kedalam sebuah topik perdebatan yang malah menjauhkan kita dari Qur’an dan Hadist.

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Latest comments