Alexander The Great
October 7, 2008 | In: Great People

Alexander The Great
Alexander III (356-323 SM), Raja Macedonia komandan perang paling berhasil sepanjang sejarah yang tidak terkalahkan di dalam segala pertempuran, hanya dalam waktu 12 tahun dia berhasil menaklukan kerajaan Persia yang merupakan imperium terbesar yang ada pada saat itu, dia selalu memenangkan pertempuran meskipun kalah dalam jumlah pasukan, dia hanya mengalami satu kekalahan yaitu dalam pertempuranya melawan ajal di atas tempat tidurnya yang mengantarnya ke kematian diusianya yang sangat muda (33 tahun).
Alexander adalah seorang raja yang berhasil menaklukan daerah terluas pada masa itu meliputi wilayah Yunani, Imperium Persia sampai ke Punjab di India, visinya adalah menaklukan dunia ke timur sampai keujung dunia. Alexander adalah seorang raja yang berhasil melakukan kebijakan fusi dengan memasukan orang-orang asing kedalam kekuatan tentara dan politiknya, dia juga melakukan pernikahan dengan tiga orang putri raja dari bangsa-bangsa yang ditaklukannya.
Alexander wafat setelah 12 tahun melakukan ekspedisi militer yang konstan dan luar biasa yang pernah tercatat dalam sejarah pertempuran klasik, hal tersebut memungkinkan dirinya terjangkit banyak penyakit seperti malaria, typhoid, keracunan, viral enchipalitis dan konsekuensi alkoholism.
Setelah kematiannya dia mewariskan pengaruh budaya Hellenistic diseluruh wilayah taklukanya dan menjadikan Alexander sebagai tokoh pahlawan legendaris di seantero wilayah taklukannya tersebut meskipun banyak ahli sejarah modern menyatakan bahwa Alexander tidak se agung dan sehebat Cyrus The Great karena dia sebenarnya hanya menaklukan Imperium Persia yang sudah dibangun oleh Cyrus dan Darius dua abad sebelumnya, Alexander di Asia lebih dikenal sebagai Iskandar atau Iskandar Dzulqarnayn.
Alexander digambarkan di dalam kitab Daniel bab 8 ayat 21 sebagai Raja Yunani yang disimbolkan sebagai kambing jantan dengan tanduk besar diantara kedua matanya, jadi didalam kitab Daniel tersebut Alexander The Great tidak digambarkan sebagai Dzulqarnayn (domba jantan bertanduk dua):
![]()
Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani, dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama
Untuk melihat versi lengkap Kitab Daniel Bab 8 Ayat 1 – 21, silakan klik disini
Wilayah taklukan Alexander III (kuning) vs Imperium Persia (dibatasi dengan garis merah)


17 Responses to Alexander The Great
Dwiyanto P.
May 27th, 2010 at 7:56 AM
Ass.wr.wb.
Menyambung komentar sebelumnya, saya mengajak kepada anda dan seluruh kaum Muslimin sedunia untuk bangkit dan mengalahkan kekuasaan dan kebudayaan Eropa-Amerika kafir yang sampai sekarang “mempengaruhi” pikiran kita !!
Kisah Alexander III Macedonia diatas sebagai contoh, betapa kita dibodoh-bodohi mereka, bahwasanya mereka serba hebat dalam segala hal….jelas saja mereka bisa menang terus, bukankah wilayah-wilayah itu sudah ditaklukkan oleh Kerajaan Persia ! yang hebat sudah tentu raja Persia Kuresh (Cyrus) beserta keturunannya.
Alexander adalah seorang musyrik (menyembah dewa!) dan terkenal suka membantai musuh-musuhnya (dalam satu riwayat menumpukkan tengkorak hingga menggunung!!)
Jauh sekali dari sifat-sifat Dzulqarnayn yang terdapat didalam Surah Al Kahfi di Al Quranul Karim !!
Perhatikan : orang-orang kafir Eropa (= Dajjal) tsb. adalah bangsa yang paling sombong dan tidak tahu berterima kasih…..setelah mereka mendapatkan (dan mengklaim sebagai milik mereka!) Ilmu pengetahuan dan Teknologi dari kaum Muslimin kemudian menggunakannya untuk menjajah hampir 99% tanah didunia ini (= Imperialisme), mereka membantai dan memperbudak serta menghinakan milyaran manusia sejak abad 15 sampai sekarang (‘Iraq dan Afghanistan), mereka sebenarnyalah terroris sejati….. dengan dukungan dari biang terroris yaitu Yahudi !! Bangsa-negara Muslim hapir semua bisa merdeka (Alhamdulillah Indonesia juga merdeka berkat para pejuang Muslim yang membenci kekafiran!), namun bangsa-bangsa di benua Amerika utara hingga selatan serta Australia hingga kini masih terjajah…..misalnya suku-suku asli Indian dan Aborigin mereka masukkan ke dalam wilayah suaka (seperti hewan langka) !!
Mereka memfitnah umat Islam sebagai terroris, padahal yang membuat kerusakan diatas permukaan bumi adalah mereka (Revolusi Inggris, Perancis, Russia, Perang Dunia I dan II, perang Korea, perang dingin, dll.) Tidak satupun umat Islam ikut andil dalam mempelopori kegiatan biadab itu !!
Terakhir sekali dalam tragedi WTC, sudah jelas-jelas Mossad (Israel) yang merencanakannya [pesawat menggunakan remote control untuk menabrak gedung WTC, rudal untuk Pentagon, dan memasang high explosive bombs dibawah WTC hingga runtuh total !!] mereka berusaha memfitnah umat Islam yang berjasa menjadikan mereka maju sekarang…..
Marilah kita bersama-sama berjuang menuntut ilmu dan berdoa kepada Allah Swt. semoga umat Islam segera memimpin dunia kembali agar bumi ini menjadi aman dan tenteram…..
Yan
May 27th, 2010 at 10:19 AM
Menurut saya Alexander tetap hebat meskipun tidak sehebat Cyrus, saya meyakini bahwa setiap orang/peradaban memiliki masa/zamannya masing-masing.
Bagaimanapun Alexander tidak menaklukan imperium Persia secara cuma-cuma dia tetap harus berjuang keras, berkorban dam harus memiliki kemampuan strategi perang serta keberanian yang luar biasa dalam menghadapi imperium persia yang memiliki nama besar pada masa itu.
Yang bisa menjadi pelajaran bagi kita adalah bagaimana imperium Persia yang sebesar dan sehebat itu bisa ditaklukan oleh seorang anak muda dari kerajaan kecil? kalau kita baca sejarah keruntuhan Persia, dan Romawi sebagai imperium besar di zaman kuno kita bisa menarik satu benang merah bahwa kehancuran mereka lebih disebabkan oleh kebobrokan sistem pemerintahan, korupsi dan ketidak cakapan pemimpin/rajanya yang mempermudah kekuatan dari luar untuk menaklukannya.
Mengenai teroris, jika melihat fakta di negeri kita sendiri tidak bisa kita pungkiri bahwa teroris adalah orang-orang yang seagama dan seiman dengan saya yaitu Islam, meskipun diluar sana banyak juga teroris yang non islam, jadi menurut saya sebaiknya jangan kaitkan masalah terorisme dengan agama karena hal ini menurut saya lebih terkait pada moral, idealisme dan fanatisme yang berlebihan terhadap sesuatu.
Terlepas dari semua itu saya sangat setuju dengan ajakan anda untuk menuntut ilmu dan berdo’a agar umat Islam bisa menjadi pemimpin dunia, saya jadi teringat kisah Sultan Saladin seorang pembela dan pejuang Islam yang memiliki reputasi besar dimata kawan dan lawan, berikut saya kutip dari Wikipedia beberapa kalimat yang menggambarkan sang Sultan:
“…he is a notable figure in Kurdish, Arab, and Muslim culture.”
“His fierce struggle against the crusaders was where Saladin achieved a great reputation in Europe as a chivalrous knight.”
“…he won the respect of many of them, including Richard the Lionheart; rather than becoming a hated figure in Europe, he became a celebrated example of the principles of chivalry.”
Dwiyanto P.
June 16th, 2010 at 8:05 AM
Ass.wr.wb.
Kepada sdr. Yan dan seluruh kaum Muslimin
Saya ingin meluruskan masalah “terrorisme”,
Saya tidak pernah mengaitkan masalah terrorisme dan agama, karena hal tsb. memang tergantung dari sifat serta tingkat iman seseorang apapun agamanya. Saya juga dalam kesempatan ini ingin menjelaskan apa dan darimana sebenarnya “terrorisme” itu !!
Yang saya tekankan dalam pembahasan saya adalah agar semua orang tahu bahwa sumber / “biang” nya Terrorisme modern (secara global) yang popular saat ini adalah orang-orang Eropa dan Yahudi. Memang benar umat Islam terlibat tetapi saya yakin mereka yang menjadi terroris itu tidak beriman karena sudah pasti apa yang dia perbuat melanggar syari’at Islam ! Jadi saya menganggap yang melakukan terror itu adalah “orang yang mengaku Muslim” dan tidak mengerti syari’at Islam dengan benar !!
Dari analisa yang saya lakukan, suluruh organisasi terrorisme dalam dunia Islam dapat dipastikan disusupi oleh Yahudi dan agen-agen barat !! yang berkepentingan untuk merusak nama baik atau memfitnah umat Islam ! Mengapa ? karena mereka menganggap umat Islam sebagai ancaman, seperti kita ketahui bahwasanya umat Islam akan bangkit (dari Hadits Rasulullah Saw.) diakhir zaman (dan mereika faham betul hal itu). Mereka berupaya untuk mencegahnya dengan cara menghancurkan umat Islam !!!
Kita juga harus lihat sejarah, kapan isu terrorisme modern mulai muncul ? Bukankah sejak Zionisme (Yahudi) didukung kekuatan Eropa melancarakan Zionisme, melakukan Terror (mengejek, mengusir, membunuh, membantai, dst.) terhadap penduduk Palestina terutama sejak pendudukan Inggris (Britania) pada tahun 1917 M hingga berdirinya Negara Israel laknatullah ditahun 1948 M !!
Mereka memanfaatkan “kemarahan dan semangat jihad umat Islam” dengan cara memasukkan agen-agennya untuk membentuk organisasi-organisasi terroris seperti yang terjadi di Palestina dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia !!
Sejarah membuktikan bahwa peristiwa Terrorisme terburuk di dunia ini dengan tewasnya milyaran umat manusia tak berdosa dilakukan oleh mereka (Eropa dan Yahudi) dan bukan oleh umat Islam !!!, misalnya : Imperialisme (abad 15~21 M), revolusi Inggris (1649-1659 M), Perancis (1789 M), Russia (1917 M), Perang Dunia I (1914-1918 M), Perang Dunia II (1939-1945 M), Perang Korea (1950-1953 M), Perang Vietnam (1965-1975 M), dan masih banyak lagi !!
Wallahu a’lam
Sekian dulu,
Abu Ahmad Dwiyanto
Amir
July 20th, 2010 at 5:26 PM
Sememangnya Alexander the Great itu adalah Zulqarnain yang kita cari selama ini. tetapi karena kebodohan dalam mengkaji sejarah, telah menyebabkan pribadi Alexander the Great dikafirkan oleh para penulis kuno maupun modern.
Yan
July 21st, 2010 at 8:55 AM
“Semoga Allah memperindah seseorang yang mendengar perkataanku, lalu menjaga, menghafal dan menyampaikannya. Karena bisa jadi orang yang membawa pengetahuan tidak lebih faham dari orang yang disampaikan”. [HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Hibban]
Belum ada bukti atau catatan sejarah yang menyangkal kekafiran (tepatnya musyrik) Alexander, jadi tidak pada tempatnya jika anda menyatakan “kebodohan” bagi kaum muslimin yang menganggap Alexander sebagai musyrik sehingga tidak/belum meyakini Alexander sebagai Zulqarnain.
Fakta/catatan sejarah yang valid dan diakui secara universal tidak bisa digugurkan hanya dengan sebuah puisi yang merupakan buah khayal seseorang ataupun sebuah buku yang menyatakan ketauhidan alexander dengan memanipulasi dan memelesetkan terjemahan tulisan karya plutarch tanpa mencantumkan text asli bahasa latin atau terjemahan bahasa inggris didalam bukunya tersebut.
Halim
July 22nd, 2010 at 6:22 AM
Marilah kita berhati-hati dalam meletakkan tuduhan “kafir” atau “pagan” kepada tokoh-tokoh sejarah, jika belum terbukti secara jelas, termasuk menuduh kafir pada diri Alexander the Great. Kecuali jika kekafiran tokoh sejarah itu sudah disebutkan dalam Quran dan Hadist, semisal tokoh Fir’aun yang satu zaman dengan Nabi Musa as.
Bagaimana halnya jika ternyata Alexander putra Philips dari makedonia ini ternyata orang mukmin/beriman monoteistik? maka tuduhan “kafir” sangat berbahaya dan dalam satu kasus, jika ternyata yang dituduh itu orang yang beriman, maka tuduhan itu bisa berbalik kepada yang menuduh.
Halim
July 22nd, 2010 at 6:46 AM
Alexander the Great hidup pada tahun 356-323 sebelum Nabi Isa lahir. Kisah sejarah Alexander baru ditulis oleh para penulis Yunani (Plutarc, diodorus, quintus, arrian) antara thn 50 SM hingga 180 M. Dalam konteks ini kita perlu meneliti agama para penulis yunani itu, krn agama para penulisnya sangat berpengaruh pada apa yang ditulisnya.
Anda tahu bahwa Plutarc itu adalah salah satu pendeta di kuil Appolo. Maka Plutarc ketika menulis agama alexander maka pribadi alexander selalu saja ditafsirkan sebagai penyembah dewa-dewa, anak dewa/zeus dsb. inilah yang harus dikritisi. kita sbagai mukmin yang dikarunia akal sehat tentunya jgn langsung menelan mentah-mentah pendapat plutarc dan penulis yunani kuno.
Jadi sekali lagi, ini semacam kasus kisah Yesus/ Nabi ISa yang ditulis oleh para pengarang yunani romawi kuno, maka pribadi Nabi Isa selalu digambarkan sebagai anak tuhan. harusnya anda dgn akal sehat anda memahami hal-hal seperti ini.
Yan
July 22nd, 2010 at 8:31 AM
begitupula sebaiknya kita harus berhati-hati meng-claim Alexander sebagai mukmin, bagaimana jika memang Alexander adalah pagan? bukti fisik wajah alexander, catatan sejarah tentang alexander, patung-patung. mosaic, relief, coin-coin yang menggambarkan alexander tidak satupun yang menunjukan bahwa dia adalah seorang mukmin, dan tidak ada tertinggal namanya didalam kitab suci agama samawi, ini sangat berbeda dengan kisah Yesus atau Nabi Isa AS.
Yang menelan mentah-mentah itu siapa? justru pengarang buku yang anda imani yang menelan mentah-mentah lalu memuntahkannya dengan arti yang menyimpang.
Harusnya akal sehat anda juga berfungsi dalam mengkaji masalah ini.
Sudahlah saudara Amir & Saudara Halim, daripada kita terus-terusan berdebat kusir, sebaiknya anda tunjukan saja kepada kami kaum muslimin yang masih meyakini Alexander The Great sebagai kafir/pagan bukti yang valid dan shahih (minimal hasan) tentang ketauhidan Alexander, percayalah jika anda bisa menunjukan itu maka kami akan percaya terhadap apa yang anda sampaikan, permintaan ini sudah saya sampaikan berkali-kali tapi anda belum juga bisa menghadirkannya malah terus berputar-putar tanpa ujung.
Halim
July 22nd, 2010 at 6:34 PM
Bukankah sudah sering sya tunjukkan dalam blok anda yg lain, hanya saja anda kurang cerdas memahami, sehingga pandangan anda menyimpang. sering saya katakan bahwa para penulis kisah Alexander itu adalah org yunani roman abad 1 SM sampai abad 2 M, mereka adalah para penulis berjiwa dewa-dewa yunani, shg gambaran mereka ttg alexander juga sesuai dengan keyakinan mereka.
saya kutip kalimat anda sdr Yan di atas:
“bukti fisik wajah alexander, catatan sejarah tentang alexander, patung-patung. mosaic, relief, coin-coin yang menggambarkan alexander tidak satupun yang menunjukan bahwa dia adalah seorang mukmin,” (Yan)
pertanyaannya saya: manakah bukti itu
1) wajah alexander yg anda anggap kafir?
2) patung-patung?
3) mosaik
4) relief
5) coin
atas dasar apa semua itu menggambarkan kekafiran alexander?
Yan
July 23rd, 2010 at 8:40 AM
Ya deh saya ngalah, saya emang kurang cerdas, karena anda merasa cerdas sekali maka tolong dong tunjukan pada kami bukti ketauhidan alexander yang valid dan shahih (minimal hasan).
saya kutip: “atas dasar apa semua itu menggambarkan kekafiran alexander? (halim)” saya tidak mengatakan “kafir” lho lebih tepat kalau saya katakan “musyrik” atau menyembah selain Allah.
coba aja tengok di google, adakah tampang dan gaya alexander yang menyerupai Yesus atau nabi Isa, sebagaimana anda selalu menganalogikan alexander dengan Yesus atau Nabi Isa AS?
Alexander:
http://www.google.co.id/images?hl=id&source=imghp&q=alexander+the+great&btnG=Telusuri+Gambar&gbv=2&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
Yesus (Isa AS):
http://www.google.co.id/images?hl=id&gbv=2&tbs=isch%3A1&sa=1&q=Jesus&aq=f&aqi=g10&aql=&oq=&gs_rfai=
dari penampilan aja sudah beda, Alexander sama sekali tidak sesuai dengan fitrah islamiyah, tentang coin saya sudah jelaskan di posting Cyrus The Great sayangnya anda yang cerdas ini menterjemahkan bahasa inggris yang sederhana saja salah sama seperti pengarang yang anda imani itu, jadi sulit bagi saya untuk diskusi dengan anda.
Belum lagi kalau saya tanyakan hal-hal lain yang bersifat sunnah pasti anda akan lebih kelimpungan menjawabnya lalu menuduh saya lagi dengan fanatik lah, kurang cerdas lah, menelan mentah-mentah lah dll…
Halim
July 23rd, 2010 at 8:18 PM
Musyrik itu termasuk juga kafir, baca surat Qur’an srt Bayyinah.
Bagaimana logika anda, bahwa hanya dengan membandingkan wajah rupa Yesus dgn wajah Alexander, anda sudah berkesimpulan bahwa Alexander termasuk musyrik. Justru gambar2 yesus karya org barat yg anda sebutkan itu termasuk kategori gambar syirik, krn seolah-olah yesus digambarkan sebagai ilahiah.
Dan justru gambar Alexander yang anda tunjukkan itu, tidak satu pun yang melambangkan kemusyrikannya.
jadi jawaban alasan anda tidak logis dalam menjawab pertanyaan saya di atas.
Yan
July 27th, 2010 at 5:01 PM
Perbandingan gaya dan penampilan itu masih berfokus pada kemusyrikan mas belum sampai ke topik kekafiran, jadi jangan terburu-buru:
“Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah janggut kamu.” (HR al-Bukhari dan Muslim)”
O iya, saya juga bikin posting baru http://yanrizal.com/?p=777 anda bisa lihat patung Socrates, Plato dan Aristotle yang oleh sejarah dicatat sebagai penganut monotheis semua memelihara janggut, beda banget dengan patung alexander yang oleh sejarah dicatat sebagai pagan/musyrik.
“Justru gambar2 yesus karya org barat yg anda sebutkan itu termasuk kategori gambar syirik, krn seolah-olah yesus digambarkan sebagai ilahiah” (halim). Pendapat yang aneh, apa bedanya dengan gambar nabi musa as, nabi ibrahim as, nabi nuh as, semuanya sesuai dengan hadist dari bukhari dan muslim; yaitu gambar orang-orang soleh yang memelihara janggut, bukan gambar ILAHI seperti yang anda tuduhkan, hati-hati mas kalau begitu anda juga menuduh gambar nabi-nabi yang berjanggut itu termasuk KATEGORI GAMBAR SYIRIK.
Musa AS
http://www.google.co.id/images?hl=id&source=imghp&q=moses+prophet&btnG=Telusuri+Gambar&gbv=2&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
Nuh AS
http://www.google.co.id/images?hl=id&gbv=2&tbs=isch%3A1&sa=1&q=noah+prophet&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
Ibrahim AS
http://www.google.co.id/images?hl=id&gbv=2&tbs=isch%3A1&sa=1&q=abraham+prophet&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
untuk memahami hal berdasarkan hadis dan gambar gak usah pake logika mas, anak SD dengan IQ 80 pun bisa paham, anda itu sok cerdas dan sok logika padahal kecerdasan dan logikanya perlu dipertanyakan.
dari dulu anda berkoar-koar kesana-kemari, bertanya ini-itu kepada saya, menuduh saya yang bukan-bukan tetapi permintaan saya yang cuma sebiji dan sepele belum pula bisa dijawab: “tunjukan pada kami bukti ketauhidan alexander yang valid dan shahih (minimal hasan)”
Halim
July 27th, 2010 at 8:07 PM
Anda keliru lagi memahami komentar saya ato memang sengaja seolah-olah tak paham utk lari dari konteksnya.
yang saya anggap musyrik itu bukan wajahnya tetapi pribadi yesus yang dilukis berada di atas langit sambil seakan-akan menjaga bumi lihat: http://www.google.co.id/imglanding?q=Jesus&imgurl=http://4.bp.blogspot.com/_riUwzlo3tN4/S_zX-Yr8a (ini dari salah satu web site yang anda tawarkan pada saya)
saya kutip pendapat anda:
“dari dulu anda berkoar-koar kesana-kemari, bertanya ini-itu kepada saya, menuduh saya yang bukan-bukan tetapi permintaan saya yang cuma sebiji dan sepele belum pula bisa dijawab: “tunjukan pada kami bukti ketauhidan alexander yang valid dan shahih (minimal hasan)” (Yan)
saya sudah sering tunjukkan dalam diskusi tapi hanya pemahaman anda saja yang keras kepala. Bahwa pendapat plutarch yang anda sebutkan itu, yang mengangap Alexander sebagai anakl tuhan dsb, maka jawaban saya: hati-hatilah jika bicara keagamaan dari orang-orang kafir / pagan, anda tahu bahwa plutarc itu salah satu pendeta di kuil pagan apollo (ini banyak sumbernya), maka otomatis ketika plutarc menulis kisah alexander, agama alexander ditulis sesuai dengan fikiran pagan plutarc itu sendiri.
Kalau ingin teks shahih buka Al Quran surat Al Kahfi ayat 83-88, dimana dalam ayat itu Alexander disbt dengan gelar Zulqarnain (Pemilik dua tanduk):
(83) Wa yas-aluunaka ‘an dzilqarnaini, Qul sa atluu ‘alaikum minhu dzikraa)
Arti: Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulqarnain (Pemilik Dua Tanduk). Katakanlah:”Aku akan bacakan kepadamu (sedikit/sebagian) cerita tentangnya”.
(84) Innaa makkannaa lahuu fil ar-dhi wa aatainaahu min kulli syai-in sababaa)
Arti: Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (Sababaa untuk mencapai) segala sesuatu,
(85) Fa atba’a sababaa. – Arti: maka diapun menempuh suat jalan.
(86) Hattaa i-dzaa bala-gha maghribasy syamsi wa jadahaa taghrubu fii ‘ainin hami-atin wa wajada ‘indahaa qauman Qulnaa yaa dzalqarnaini immaa an tu’adz-dziba wa immaa an tatta-khi-dza fiihim husnaa.
Arti: Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari (maghribasy syamsi) , dia melihat matahari terbenam di dalam mata air yang berlumpur hitam (‘ainin hami-atin), dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata:”Hai Zulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”.
(87) Qaala ammaa man zhalama fa saufa nu’adz-dzibuhuu tsumma yuraddu ilaa rabbihii fa yu’adz-dzibuhuu ‘a-dzaaban nukraa
Arti: Berkata Zulqarnain: ”Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.
(88) Wa ammaa man aamana wa ‘amila shaalihan fa lahuu jazaa-anil husnaa wa sa naquulu lahuumin amrinaa yusraa
Arti: Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami”.
ini bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih.
Halim
July 27th, 2010 at 8:12 PM
Bukti Plutarc (penulis kisah Alexander) adalah penganut paganisme dewa-dewi yunani dapat dilihat di sini:
“For many years Plutarch served as one of the two priests at the temple of Apollo at Delphi (the site of the famous Delphic Oracle) twenty miles from his home”
sumber lihat: http://www.e-classics.com/plutarch.htm
Dalam konteks pembicaraan keagamaan alexander, maka pendapat plutarc jangan kita telan mentah-mentah.
Yan
July 28th, 2010 at 8:36 AM
“Anda keliru lagi memahami komentar saya ato memang sengaja seolah-olah tak paham utk lari dari konteksnya.” (halim) – anda ini masih juga sok cerdas.
“yang saya anggap musyrik itu bukan wajahnya tetapi pribadi yesus yang dilukis berada di atas langit sambil seakan-akan menjaga bumi ….” (halim) – lagi-lagi anda berlebihan, ada ratusan gambar yang saya perlihatkan dan anda men-generalisir dengan satu gambar yang anda simpulkan secara emosional.
“saya sudah sering tunjukkan dalam diskusi tapi hanya pemahaman anda saja yang keras kepala. Bahwa pendapat plutarch yang anda sebutkan itu, yang mengangap Alexander sebagai anakl tuhan dsb” (halim) – lagi-lagi sifat anda yang asli keluar, saya beri contoh plutarch karena penulis yang anda imani (wisnu sasongko) mengambil text plutarch yang dimanipulasi untuk menunjukan ketauhidan alexander, jika saya beri contoh dari buku yang lain jawaban anda sudah pasti; “anda menelan mentah-mentah tulisan orang barat” atau “anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat” padahal semua sumber sejarah Alexander berasal dari penulis barat.
“Kalau ingin teks shahih buka Al Quran surat Al Kahfi ayat 83-88, dimana dalam ayat itu Alexander disbt dengan gelar Zulqarnain (halim)” – Surat Al Kahfi tidak menyebut “Alexander” sama sekali, melainkan hanya menyebutkan “Dzulqarnayn”. Satu hal yang harus anda ketahui bahwa Dzulqarnayn adalah gelar yang disebutkan dalam al-Qur’an juga dinyatakan dalam Taurat. Gelar Dzulqarnayn bermula dari sebab pewahyuan (sya’n al-nuzul) ayat-ayat terkait dengan Dzulqarnayn, adalah pengajuan pertanyaan: “Mereka menanyakan kepadamu tentang Dzulqarnayn.” (Qs. Al-Kahf [18]:83). Pertanyaan ini diajukan oleh Quraish dengan provokasi Yahudi kepada Rasulullah SAW dan mereka ingin menyulitkan Rasulullah SAW dengan pertanyaan pelik seperti ini. Melalui jalan seperti ini mereka hendak menaklukkan Rasulullah SAW sehingga bisa menolak kenabiannya. Karena itu, secara pasti, Dzulqarnayn yang disebutkan dalam al-Qur’an adalah Dzulqarnayn yang disebutkan dalam Taurat. Ciri-cirinya yang dinyatakan dalam al-Qur’an dan Taurat jelas. Objek luaran (mishdaq) Dzulqarnayn dalam Taurat (kitab Daniel Bab 8 ayat 20 versi bahasa Arab) sangat jelas. Dzulqarnayn adalah raja orang Media dan Persia, bukan raja dari Yunani yang dinyatakan sebagai kambing jantan yang berbulu kesat dengan tanduk besar yang di antara kedua matanya (kitab Daniel Bab 8 ayat 21), lihat http://yanrizal.com/?p=288
Jadi Al Qur’an dan Taurat TIDAK PERNAH menjadi “bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih (halim).”
Halim
July 28th, 2010 at 9:03 PM
anda telah berdusta dengan mengatasnamakan saya dengan kalimat terakhir anda, yang seakan-akan saya tidak percaya qur’an. Kalimat terakhir anda itu dengan memberi sumber nama saya, adalah tidak pernah saya tulis seperti itu. anda Yan benar-benar seorang pendusta, dengan kalimat terakhir itu. coba periksa teliti apakah saya pernah menulis seperti yang anda tulis dalam kalimat terakhir itu?
Jika anda yakin bahwa nama gelaran “zulqarnain” ada dalam Taurat coba sebutkan. pasti tidak ada. karena kitap daniel itu bukan taurat. Taurat itu hanya lima kitab awal perjanjian lama.
dalam kitab daniel, hanya disebut domba jantan”’tanduknya dua”, baca:
(3) Aku mengangkat mukaku dan melihat, tampak seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir.
(4) Aku melihat domba jantan itu menanduk ke barat, ke utara dan ke selatan, dan tidak ada seekor binatangpun yang tahan menghadapi dia, dan tidak ada yang dapat membebaskan dari kuasanya; ia berbuat sekehendak hatinya dan membesarkan diri.
(5) Tetapi sementara aku memperhatikannya, tampak seekor kambing jantan datang dari sebelah barat, yang melintasi seluruh bumi tanpa menginjak tanah; dan kambing jantan itu mempunyai satu tanduk yang aneh di antara kedua matanya.
(6) Ia datang pada domba jantan yang dua tanduknya dan yang kulihat berdiri di depan sungai itu, lalu menyerangnya dengan keganasan yang hebat. (Kitab daniel 8:3-6)
jelas ini berbeda jauh dengan ayat qur’an bahasa arab, yang menyebut “Dzu-lqarnain” (pemilik dua tanduk).
Jika anda berkeyakinan bahwa nama gelar “Dzulqarnain” ada dalam Taurat maupun kitab para nabi bani israel (termasuk kitab Daniel), maka orang-orang ahlul kitab akan menuduh bahwa Nabi Muhammad saw mencontoh kitab itu. Padahal nama gelar “Dzulqarnain” memang tidak pernah ada dalam kitab-kitab lama itu, dan pertama kali muncul gelar itu hanya di kitab Al Qur’an.
Anda katanya membela Islam dan ingin menyelamatka Islam (mr. take care of islam), tapi semua analisis dan kesimpulan anda tentang masalah ini justru merugikan Islam.
jika anda berpegang pada kitab daniel itu, berarti anda yakin bahwa dzulqarnain adalah raja Cyrus the Great ya? krn banyak komentator kitab itu, yang menyebutkan bahwa domba jantan bertanduk dua adalah cyirus.
dalam konteks ini, saya sering mengingatkan anda:
agar tdk menelan mentah-mentah tulisan orang barat” atau “anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat” –
dan anda saudara Yan tidak setuju dengan nasehat baik ini, bahkan anda mengimani penulis barat plutarch yang jelas-jelas pagan itu.
Memang semua sumber sejarah ttg alexander berasal dari barat, oleh karena itu kita sebagai mukmin perlu mengkaji dengan teliti tulisan itu agar tidak ikut tersalah.
sebagaimana sering sya kasih contoh, bahwa sebagian besar kisah sejarah ttg Yesus ditulis oleh para penulis barat (Yunani-Romawi), apakah anda akan setuju/yakin dengan kebenarannya semua? terutama mengenai agama Yesus?
permisalan inilah yang coba ditampilkan oleh penulis buku “Alexander adalah Zulqarnain”, yaitu agar kita sebagai muslim berhati-hati dalam mengkaji figur2 sejarah yg ditulis oleh barat kuno (Yunani Roman) dan barat modern.
apakah jika salah kita berhati-hati terhadap tulisan penulis barat mengenai tokoh2 sejarah (termasuk alexander)? apakah salah jika kita tidak menelan mentah-mentah pendpat para penulis barat itu?
Yan
July 29th, 2010 at 10:03 AM
yah anda emosional lagi, kalimat itu saya kutip dari statement anda lihat tanda kutipnya itukan statement anda sendiri di http://yanrizal.com/?p=236#comment-938 setelah anda menyuruh saya untuk “Kalau ingin teks shahih buka Al Quran surat Al Kahfi ayat 83-88, dimana dalam ayat itu Alexander disbt dengan gelar Zulqarnain (Pemilik dua tanduk):… ini bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih” lalu saya nyatakan (dalam kalimat yang tidak dikutip) sebagai penyangkalan saya terhadap pernyataan anda (dalam kalimat yang dikutip): Jadi Al Qur’an dan Taurat TIDAK PERNAH menjadi “bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih (halim)”, apakah salah? jika anda keberatan saya bisa revisi menjadi: “Jadi Al Qur’an dan Taurat TIDAK PERNAH menjadi bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih sebagaimana pernyataan anda tersebut”
“Jika anda yakin bahwa nama gelaran “zulqarnain” ada dalam Taurat coba sebutkan. pasti tidak ada. karena kitap daniel itu bukan taurat. Taurat itu hanya lima kitab awal perjanjian lama (halim)” – yang ini saya akui khilaf dan anda benar itu bukan taurat melainkan kitab para nabi di dalam perjanjian lama.
“Padahal nama gelar “Dzulqarnain” memang tidak pernah ada dalam kitab-kitab lama itu, dan pertama kali muncul gelar itu hanya di kitab Al Qur’an. Anda katanya membela Islam dan ingin menyelamatka Islam (mr. take care of islam), tapi semua analisis dan kesimpulan anda tentang masalah ini justru merugikan Islam.(halim)” – anda salah dan tuduhan anda kepada saya tidak berdasar dan hanya fitnah; jika anda melek huruf arab anda bisa temukan kata Dzulqarnayn didalam Kitab Daniel Bab 8 ayat 20 versi bahasa Arab ini link-nya http://www.biblegateway.com/passage/?search=Daniel%208%20;&version=ALAB;
“jika anda berpegang pada kitab daniel itu, berarti anda yakin bahwa Dzulqarnain adalah raja Cyrus the Great ya? krn banyak komentator kitab itu, yang menyebutkan bahwa domba jantan bertanduk dua adalah cyirus. (halim)” – Saya sudah bilang saat ini saya meyakini bahwa Dzul’qarnayn adalah raja Media dan Persia di dalam tafsir dinyatakan Cyrus dan Darius, dulu saya hampir menerima sepenuhnya asumsi bahwa orang yang dimaksudkan di dalam Al-Qur’an adalah Cyrus The Great, namun setelah mempelajari lebih teliti saya tidak bisa menerimanya, kenapa? karena saya masih berkeyakinan bahwa Dzulqarnayn adalah RAJA MEDIA DAN PERSIA YANG MONOTHEIS DAN BERIMAN KEPADA TUHAN BANI ISRAIL, sedangkan dari bukti sejarah Cyrus The Great ternyata adalah raja pagan penyembah Dewa Marduk, dari buku Flavius Josephus diketahui bahwa satu-satunya Raja Pesia kuno yang menyatakan mengimani Tuhannya Nabi Daniel Sebagai Tuhan Maha Benar dan Maha Kuasa adalah Darius The Great dan seperti halnya Cyrus namanya banyak disebutkan di dalam Kitab Daniel dan ia adalah penerus misi Cyrus dalam menyelesaikan pembangunan kota dan kuil di Yerusalem, ini sangat relevan jika diyakini bahwa Dzulqarnayn adalah raja Media dan Persia yang sangat berperan penting dalam perjalanan sejarah dan religius Bani Israil, bukan raja dari Yunani, kenapa? karena tidak ada satupun bukti yang menunjukan ketauhidan Alexander apalagi tentang keimanannya kepada Tuhan Bani Israil atau peran penting dalam sejarah dan kehidupan religius bani Israil malahan saat Alexander The Great masuk ke Jerusalem pernah terjadi masalah religius yang serius bagi bani Israil, salah satunya anda bisa baca:
“Tradisi sunat ditantang ketika Alexander Agung menaklukkan tanah Yahudi antara 334 SM dan 331 SM, dan sebagai hasilnya, budaya Yunani menyapu seluruh komunitas Yahudi. Ini merupakan sesuatu yang bertentangan dengan kepercayaan Yunani melanggar bentuk alami manusia, dan ini menyebabkan orang-orang Yahudi muda untuk mencoba untuk tampak tidak disunat, yang sangat kesal rabi Yahudi. Sebagai tanggapan, rabi Yahudi berpendapat bahwa kulup adalah ketidaksempurnaan yang harus dipotong untuk mengungkap bentuk laki-laki yang benar. (Gollaher, David L. Circumcision: A History of the World’s Most Controversial Surgery. New York: Basic Books, 2001. 1-30.), saya yakin anda belum pernah membaca tentang masalah ini tapi saya juga yakin pasti anda akan berkata: “anda menelan mentah-mentah tulisan orang barat” atau “anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat”.
Masa pemerintahan Darius The Great selama 36 tahun, kecakapannya dalam bidang militer, arsitektur, administrasi negara, wilayah kekuasaanya yang mencakup Macedonia, Thrace, Asia Minor, Mesir sampai ke Punjab dan invasi ke Saka; tidak ada kendala banginya untuk melakukan perjalanan seseuai dengan apa yang disebutkan di dalam Al Qur’an, namun untuk meng-claim sesuatu tentang sejarah harus dibuktikan dengan catatan dan peninggalan sejarah yang valid, apalagi ketika sejarah, mitos dan legenda sudah tercampur aduk memang sulit untuk menemukan kebenaran namun sebaiknya kita tidak perlu tergesa-gesa meng-claim seseorang sebagai Dzulqarnayn, karena jika salah malah menjadi bumerang bagi muslim, apalagi dengan memanipulasi text asing yang terkenal dan diakui secara universal; sangat tidak bisa dipertanggung-jawabkan dan malah akan menjerumuskan muslim sendiri.
Saat ini muslim kesulitan untuk membela diri atas tuduhan bahwa Al Qur’an tidak akurat tentang Dzulqarnayn dengan mencalonkan Raja Pagan (Alexander & Cyrus), padahal yang tidak akurat bukan Al-Qur’an-nya melainkan para ahli tafsir yang tergesa-gesa dan saling berbeda pendapat, karena Al Qur’an tidak pernah menyebut Alexander atau Cyrus sebagai Dzulqarnayn serta masih banyaknya bukti sejarah yang belum tergali yang bisa jadi jika ditemukan bisa merubah pendapat kita semua sejauh 180°.
Hal yang sama juga terjadi dikalangan Yahudi dan Kristen, karena “Messiah” yang dijanjikan Yahweh didalam Kitab Perjanjian Lama (Isaiah 44) sebagai gembala yang diurapi Tuhan untuk membebaskan kaum Yahudi di Babylonia adalah Cyrus namun ternyata pada tahun 1879 ditemukan prasasti (Cyrus Cylinder) di Babilonia bahwa Cyrus adalah raja pagan penyembah Dewa Marduk, lalu muncullah teori-teori pengesahan sampai-sampai ada sebuah karya sastra yang menyebutkan bahwa Cyrus adalah anak Esther dan merupakan saudara sedarah Yahudi, adapula sebuah komunitas yang mencoba membandingkan Yahweh dengan Marduk untuk menyimpulkan bahwa Yahweh dan Marduk adalah Tuhan yang sama.
Jadi intinya saya setuju dengan nasehat anda untuk berhati-hati, namun saya juga minta anda untuk berhati-hati dan jangan tergesa-gesa serta menelan mentah-mentah buku yang menyatakan bahwa Alexander adalah Dzulqarnayn, teori ini sudah diruntuhkan beratus tahun yang lalu, untuk menegakkannya diperlukan bukti dan catatan sejarah yang valid bukan dengan memanipulasi catatan sejarah yang ada, makanya saya katakan kepada anda jika anda bisa menunjukan “bukti yang valid dan shahih (minimal hasan)” pasti akan saya terima dan kita tidak perlu berdebat kusir tak berkesudahan.