<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Yan Rizal Supardi</title>
	<atom:link href="http://yanrizal.com/?feed=comments-rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yanrizal.com</link>
	<description>pray together, play together, stay together</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 04:24:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Alexander The Great, Monotheis? by Yan</title>
		<link>http://yanrizal.com/?p=777&#038;cpage=1#comment-957</link>
		<dc:creator>Yan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 04:24:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yanrizal.com/?p=777#comment-957</guid>
		<description>Saya sudah bisa mengklarifikasi masalah tuduhan Halim kepada saya di http://yanrizal.com/?p=777 dan http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697

Halim dan Amir adalah multi user dengan satu IP (61.5.109.212) saya bisa lihat di log user blog ini, kemungkinan besar kalian adalah satu orang yang sama (bisa juga dua orang yang menggunakan PC yang sama), kalian melakukan diskusi di http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697 juga sebagai multi user.

Kemungkinan besar kalian mengalami hal yang sama seperti yang saya alami di blog tersebut yaitu komentar masih dalam moderasi tetapi salahnya kalian sudah saling mendukung, ini karena ketidaktahuan kalian bahwa komentar yang masih dalam moderasi hanya bisa dilihat oleh komentator di PC/IP yang sama tetapi tidak bisa dilihat di PC/IP lain.

Dengan kelakuan kalian seperti itu lalu kalian/anda menuduh saya juga sebagai multi blogger yang memiliki kedua blog tersebut dan menipu dengan menghapus komentar kalian di http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697

Sungguh saya tidak bisa mengerti koq masih ada muslim yang menipu dan memfitnah muslim lain hanya untuk &quot;menang&quot; dalam diskusi dan melakukan &quot;pengeroyokan&quot; dengan menggunakan multiuser seperti anak SMP yang pengen menang main game TRAVIAN dengan multi account.

Anda sudah menipu umat dan memftnah saya, saya minta anda cabut fitnah tersebut baik di http://yanrizal.com/?p=777 ataupun di http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697 namun jika anda tidak berkehendak melakukannya saya yakin Allah SWT yang Maha Tahu, Maha Adil dan Maha Bijaksana yang akan memberi pembalasan yang setimpal kepada anda baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Sadarlah, anda (halim) pernah berkata: &quot;Rasulullah saw pernah bersabda, “Penipu itu bukan umatku!” saya serahkan semua ini kepada Allah yang Maha Mengetahui. fikirkanlah dalam-dalam nasehat saya demi kebaikan anda sendiri dan umat ini.” http://yanrizal.com/?p=777#comment-950

Saya sampaikan ini disini karena ternyata alamat email anda palsu (halim@gyahoo.com) </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sudah bisa mengklarifikasi masalah tuduhan Halim kepada saya di <a href="http://yanrizal.com/?p=777" rel="nofollow">http://yanrizal.com/?p=777</a> dan <a href="http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697" rel="nofollow">http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697</a></p>
<p>Halim dan Amir adalah multi user dengan satu IP (61.5.109.212) saya bisa lihat di log user blog ini, kemungkinan besar kalian adalah satu orang yang sama (bisa juga dua orang yang menggunakan PC yang sama), kalian melakukan diskusi di <a href="http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697" rel="nofollow">http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697</a> juga sebagai multi user.</p>
<p>Kemungkinan besar kalian mengalami hal yang sama seperti yang saya alami di blog tersebut yaitu komentar masih dalam moderasi tetapi salahnya kalian sudah saling mendukung, ini karena ketidaktahuan kalian bahwa komentar yang masih dalam moderasi hanya bisa dilihat oleh komentator di PC/IP yang sama tetapi tidak bisa dilihat di PC/IP lain.</p>
<p>Dengan kelakuan kalian seperti itu lalu kalian/anda menuduh saya juga sebagai multi blogger yang memiliki kedua blog tersebut dan menipu dengan menghapus komentar kalian di <a href="http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697" rel="nofollow">http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697</a></p>
<p>Sungguh saya tidak bisa mengerti koq masih ada muslim yang menipu dan memfitnah muslim lain hanya untuk &#8220;menang&#8221; dalam diskusi dan melakukan &#8220;pengeroyokan&#8221; dengan menggunakan multiuser seperti anak SMP yang pengen menang main game TRAVIAN dengan multi account.</p>
<p>Anda sudah menipu umat dan memftnah saya, saya minta anda cabut fitnah tersebut baik di <a href="http://yanrizal.com/?p=777" rel="nofollow">http://yanrizal.com/?p=777</a> ataupun di <a href="http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697" rel="nofollow">http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697</a> namun jika anda tidak berkehendak melakukannya saya yakin Allah SWT yang Maha Tahu, Maha Adil dan Maha Bijaksana yang akan memberi pembalasan yang setimpal kepada anda baik di dunia maupun di akhirat kelak.</p>
<p>Sadarlah, anda (halim) pernah berkata: &#8220;Rasulullah saw pernah bersabda, “Penipu itu bukan umatku!” saya serahkan semua ini kepada Allah yang Maha Mengetahui. fikirkanlah dalam-dalam nasehat saya demi kebaikan anda sendiri dan umat ini.” <a href="http://yanrizal.com/?p=777#comment-950" rel="nofollow">http://yanrizal.com/?p=777#comment-950</a></p>
<p>Saya sampaikan ini disini karena ternyata alamat email anda palsu (halim@gyahoo.com)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Alexander The Great, Monotheis? by Yan</title>
		<link>http://yanrizal.com/?p=777&#038;cpage=1#comment-956</link>
		<dc:creator>Yan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 03:57:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yanrizal.com/?p=777#comment-956</guid>
		<description>Astaghfirullah, anda ini kenapa? semua orang dituduh penipu  

-------------------------//

http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697

92 &#124; Halim
Juli 29, 2010 pada 6:23 am

saya pernah mengalami hal seperti ini ketika diskusi dengan sdr Yan Rizal Supardi dalam blognya, tetapi banyak posting saya direkayasa/ubah suai oleh Yan Rizal.&quot;


93 &#124; Halim
Juli 29, 2010 pada 6:27 am

Sebagai bukti bahwa saya pernah menjelaskan jasa alexander kepada bangsa Yahudi (yang kemudian dihapus oleh penipu dalam blog ini shg tidak muncul lagi posting saya itu)

----------------------//
Saya bukan pemilik blog itu serta tidak pernah meng-edit atau merekayasa postingan anda baik di blog ini atau dimanapun

Yang kalah diskusi itu siapa? bagi saya tidak ada urusan kalah atau menang karena target saya adalah kebenaran seperti juga pernah saya sampaikan di blog tersebut kepada sdr. amir:

---------------------//
75 &#124; Yan Rizal
Juli 8, 2010 pada 9:27 am 

Dalam diskusi ini karena kita sesama muslim, maka target saya adalah menemukan kebenaran yang islami bukan memenangkan perdebatan karena kemenangan tanpa kebenaran sama saja dengan koruptor yang menang di sidang pengadilan dan terbebas dari hukuman sementara kebenarannya diabaikan, untuk itulah maka dasar yang saya pergunakan haruslah kuat yaitu “fakta sejarah yang diakui secara universal” didukung oleh “hadist shahih”.

---------------------//

Komentar sayapun ada yang tidak dipublikasikan dalam blog tersebut, namun saya harus berfikir positif, karena mungkin saja komentar saya tersebut tidak relevan, atau moderator malas melakukan approval, atau komentar saya dianggap berbahaya, atau melangar etika, atau mungkin ada masalah di server dll namun saya tidak sampai mengeluarkan tuduhan dan fitnah seperti anda, lagian itukan hak blog owner untuk melakukan approval atau menghapus postingan yang dianggap tidak perlu.

Dan saya rasa sudah cukup diskusi saya dengan anda, karena saya pikir bukan menambah manfaat bagi saya malahan akan menambah fitnah jika dilanjutkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Astaghfirullah, anda ini kenapa? semua orang dituduh penipu  </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-//</p>
<p><a href="http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697" rel="nofollow">http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697</a></p>
<p>92 | Halim<br />
Juli 29, 2010 pada 6:23 am</p>
<p>saya pernah mengalami hal seperti ini ketika diskusi dengan sdr Yan Rizal Supardi dalam blognya, tetapi banyak posting saya direkayasa/ubah suai oleh Yan Rizal.&#8221;</p>
<p>93 | Halim<br />
Juli 29, 2010 pada 6:27 am</p>
<p>Sebagai bukti bahwa saya pernah menjelaskan jasa alexander kepada bangsa Yahudi (yang kemudian dihapus oleh penipu dalam blog ini shg tidak muncul lagi posting saya itu)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-//<br />
Saya bukan pemilik blog itu serta tidak pernah meng-edit atau merekayasa postingan anda baik di blog ini atau dimanapun</p>
<p>Yang kalah diskusi itu siapa? bagi saya tidak ada urusan kalah atau menang karena target saya adalah kebenaran seperti juga pernah saya sampaikan di blog tersebut kepada sdr. amir:</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;//<br />
75 | Yan Rizal<br />
Juli 8, 2010 pada 9:27 am </p>
<p>Dalam diskusi ini karena kita sesama muslim, maka target saya adalah menemukan kebenaran yang islami bukan memenangkan perdebatan karena kemenangan tanpa kebenaran sama saja dengan koruptor yang menang di sidang pengadilan dan terbebas dari hukuman sementara kebenarannya diabaikan, untuk itulah maka dasar yang saya pergunakan haruslah kuat yaitu “fakta sejarah yang diakui secara universal” didukung oleh “hadist shahih”.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;//</p>
<p>Komentar sayapun ada yang tidak dipublikasikan dalam blog tersebut, namun saya harus berfikir positif, karena mungkin saja komentar saya tersebut tidak relevan, atau moderator malas melakukan approval, atau komentar saya dianggap berbahaya, atau melangar etika, atau mungkin ada masalah di server dll namun saya tidak sampai mengeluarkan tuduhan dan fitnah seperti anda, lagian itukan hak blog owner untuk melakukan approval atau menghapus postingan yang dianggap tidak perlu.</p>
<p>Dan saya rasa sudah cukup diskusi saya dengan anda, karena saya pikir bukan menambah manfaat bagi saya malahan akan menambah fitnah jika dilanjutkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Alexander The Great by Yan</title>
		<link>http://yanrizal.com/?p=236&#038;cpage=1#comment-955</link>
		<dc:creator>Yan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 03:03:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yanrizal.com/?p=236#comment-955</guid>
		<description>yah anda emosional lagi, kalimat itu saya kutip dari statement anda lihat tanda kutipnya itukan statement anda sendiri di http://yanrizal.com/?p=236#comment-938 setelah anda menyuruh saya untuk &quot;Kalau ingin teks shahih buka Al Quran surat Al Kahfi ayat 83-88, dimana dalam ayat itu Alexander disbt dengan gelar Zulqarnain (Pemilik dua tanduk):... ini bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih&quot; lalu saya nyatakan (dalam kalimat yang tidak dikutip) sebagai penyangkalan saya terhadap pernyataan anda (dalam kalimat yang dikutip): Jadi Al Qur&#039;an dan Taurat TIDAK PERNAH menjadi &quot;bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih (halim)&quot;, apakah salah? jika anda keberatan saya bisa revisi menjadi: &quot;Jadi Al Qur’an dan Taurat TIDAK PERNAH menjadi bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih sebagaimana pernyataan anda tersebut&quot;

&quot;Jika anda yakin bahwa nama gelaran “zulqarnain” ada dalam Taurat coba sebutkan. pasti tidak ada. karena kitap daniel itu bukan taurat. Taurat itu hanya lima kitab awal perjanjian lama (halim)&quot; - yang ini saya akui khilaf dan anda benar itu bukan taurat melainkan kitab para nabi di dalam perjanjian lama.

&quot;Padahal nama gelar “Dzulqarnain” memang tidak pernah ada dalam kitab-kitab lama itu, dan pertama kali muncul gelar itu hanya di kitab Al Qur’an. Anda katanya membela Islam dan ingin menyelamatka Islam (mr. take care of islam), tapi semua analisis dan kesimpulan anda tentang masalah ini justru merugikan Islam.(halim)&quot; - anda salah dan tuduhan anda kepada saya tidak berdasar dan hanya fitnah; jika anda melek huruf arab anda bisa temukan kata Dzulqarnayn didalam Kitab Daniel Bab 8 ayat 20 versi bahasa Arab ini link-nya http://www.biblegateway.com/passage/?search=Daniel%208%20;&amp;version=ALAB;

&quot;jika anda berpegang pada kitab daniel itu, berarti anda yakin bahwa Dzulqarnain adalah raja Cyrus the Great ya? krn banyak komentator kitab itu, yang menyebutkan bahwa domba jantan bertanduk dua adalah cyirus. (halim)&quot; - Saya sudah bilang saat ini saya meyakini bahwa Dzul&#039;qarnayn adalah raja Media dan Persia di dalam tafsir dinyatakan Cyrus dan Darius, dulu saya hampir menerima sepenuhnya asumsi bahwa orang yang dimaksudkan di dalam Al-Qur&#039;an adalah Cyrus The Great, namun setelah mempelajari lebih teliti saya tidak bisa menerimanya, kenapa? karena saya masih berkeyakinan bahwa Dzulqarnayn adalah RAJA MEDIA DAN PERSIA YANG MONOTHEIS DAN BERIMAN KEPADA TUHAN BANI ISRAIL, sedangkan dari bukti sejarah Cyrus The Great ternyata adalah raja pagan penyembah Dewa Marduk, dari buku Flavius Josephus diketahui bahwa satu-satunya Raja Pesia kuno yang menyatakan mengimani Tuhannya Nabi Daniel Sebagai Tuhan Maha Benar dan Maha Kuasa adalah Darius The Great dan seperti halnya Cyrus namanya banyak disebutkan di dalam Kitab Daniel dan ia adalah penerus misi Cyrus dalam menyelesaikan pembangunan kota dan kuil di Yerusalem, ini sangat relevan jika diyakini bahwa Dzulqarnayn adalah raja Media dan Persia yang sangat berperan penting dalam perjalanan sejarah dan religius Bani Israil, bukan raja dari Yunani, kenapa? karena tidak ada satupun bukti yang menunjukan ketauhidan Alexander apalagi tentang keimanannya kepada Tuhan Bani Israil atau peran penting dalam sejarah dan kehidupan religius bani Israil malahan saat Alexander The Great masuk ke Jerusalem pernah terjadi masalah religius yang serius bagi bani Israil, salah satunya anda bisa baca:

&quot;Tradisi sunat ditantang ketika Alexander Agung menaklukkan tanah Yahudi antara 334 SM dan 331 SM, dan sebagai hasilnya, budaya Yunani menyapu seluruh komunitas Yahudi. Ini merupakan sesuatu yang bertentangan dengan kepercayaan Yunani melanggar bentuk alami manusia, dan ini menyebabkan orang-orang Yahudi muda untuk mencoba untuk tampak tidak disunat, yang sangat kesal rabi Yahudi. Sebagai tanggapan, rabi Yahudi berpendapat bahwa kulup adalah ketidaksempurnaan yang harus dipotong untuk mengungkap bentuk laki-laki yang benar. (Gollaher, David L. Circumcision:  A History of the World’s Most Controversial Surgery. New York:  Basic Books, 2001. 1-30.), saya yakin anda belum pernah membaca tentang masalah ini tapi saya juga yakin pasti anda akan berkata: “anda menelan mentah-mentah tulisan orang barat” atau “anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat&quot;. 

Masa pemerintahan Darius The Great selama 36 tahun, kecakapannya dalam bidang militer, arsitektur, administrasi negara, wilayah kekuasaanya yang mencakup Macedonia, Thrace, Asia Minor, Mesir sampai ke Punjab dan invasi ke Saka; tidak ada kendala banginya untuk melakukan perjalanan seseuai dengan apa yang disebutkan di dalam Al Qur&#039;an, namun untuk meng-claim sesuatu tentang sejarah harus dibuktikan dengan catatan dan peninggalan sejarah yang valid, apalagi ketika sejarah, mitos dan legenda sudah tercampur aduk memang sulit untuk menemukan kebenaran namun sebaiknya kita tidak perlu tergesa-gesa meng-claim seseorang sebagai Dzulqarnayn, karena jika salah malah menjadi bumerang bagi muslim, apalagi dengan memanipulasi text asing yang terkenal dan diakui secara universal; sangat tidak bisa dipertanggung-jawabkan dan malah akan menjerumuskan muslim sendiri.

Saat ini muslim kesulitan untuk membela diri atas tuduhan bahwa Al Qur&#039;an tidak akurat tentang Dzulqarnayn dengan mencalonkan Raja Pagan (Alexander &amp; Cyrus), padahal yang tidak akurat bukan Al-Qur&#039;an-nya melainkan para ahli tafsir yang tergesa-gesa dan saling berbeda pendapat, karena Al Qur&#039;an tidak pernah menyebut Alexander atau Cyrus sebagai Dzulqarnayn serta masih banyaknya bukti sejarah yang belum tergali yang bisa jadi jika ditemukan bisa merubah pendapat kita semua sejauh 180°.

Hal yang sama juga terjadi dikalangan Yahudi dan Kristen, karena &quot;Messiah&quot; yang dijanjikan Yahweh didalam Kitab Perjanjian Lama (Isaiah 44) sebagai gembala yang diurapi Tuhan untuk membebaskan kaum Yahudi di Babylonia adalah Cyrus namun ternyata pada tahun 1879 ditemukan prasasti (Cyrus Cylinder) di Babilonia bahwa Cyrus adalah raja pagan penyembah Dewa Marduk, lalu muncullah teori-teori pengesahan sampai-sampai ada sebuah karya sastra yang menyebutkan bahwa Cyrus adalah anak Esther dan merupakan saudara sedarah Yahudi, adapula sebuah komunitas yang mencoba membandingkan Yahweh dengan Marduk untuk menyimpulkan bahwa Yahweh dan Marduk adalah Tuhan yang sama.

Jadi intinya saya setuju dengan nasehat anda untuk berhati-hati, namun saya juga minta anda untuk berhati-hati dan jangan tergesa-gesa serta menelan mentah-mentah buku yang menyatakan bahwa Alexander adalah Dzulqarnayn, teori ini sudah diruntuhkan beratus tahun yang lalu, untuk menegakkannya diperlukan bukti dan catatan sejarah yang valid bukan dengan memanipulasi catatan sejarah yang ada, makanya saya katakan kepada anda jika anda bisa menunjukan &quot;bukti yang valid dan shahih (minimal hasan)&quot; pasti akan saya terima dan kita tidak perlu berdebat kusir tak berkesudahan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yah anda emosional lagi, kalimat itu saya kutip dari statement anda lihat tanda kutipnya itukan statement anda sendiri di <a href="http://yanrizal.com/?p=236#comment-938" rel="nofollow">http://yanrizal.com/?p=236#comment-938</a> setelah anda menyuruh saya untuk &#8220;Kalau ingin teks shahih buka Al Quran surat Al Kahfi ayat 83-88, dimana dalam ayat itu Alexander disbt dengan gelar Zulqarnain (Pemilik dua tanduk):&#8230; ini bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih&#8221; lalu saya nyatakan (dalam kalimat yang tidak dikutip) sebagai penyangkalan saya terhadap pernyataan anda (dalam kalimat yang dikutip): Jadi Al Qur&#8217;an dan Taurat TIDAK PERNAH menjadi &#8220;bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih (halim)&#8221;, apakah salah? jika anda keberatan saya bisa revisi menjadi: &#8220;Jadi Al Qur’an dan Taurat TIDAK PERNAH menjadi bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih sebagaimana pernyataan anda tersebut&#8221;</p>
<p>&#8220;Jika anda yakin bahwa nama gelaran “zulqarnain” ada dalam Taurat coba sebutkan. pasti tidak ada. karena kitap daniel itu bukan taurat. Taurat itu hanya lima kitab awal perjanjian lama (halim)&#8221; &#8211; yang ini saya akui khilaf dan anda benar itu bukan taurat melainkan kitab para nabi di dalam perjanjian lama.</p>
<p>&#8220;Padahal nama gelar “Dzulqarnain” memang tidak pernah ada dalam kitab-kitab lama itu, dan pertama kali muncul gelar itu hanya di kitab Al Qur’an. Anda katanya membela Islam dan ingin menyelamatka Islam (mr. take care of islam), tapi semua analisis dan kesimpulan anda tentang masalah ini justru merugikan Islam.(halim)&#8221; &#8211; anda salah dan tuduhan anda kepada saya tidak berdasar dan hanya fitnah; jika anda melek huruf arab anda bisa temukan kata Dzulqarnayn didalam Kitab Daniel Bab 8 ayat 20 versi bahasa Arab ini link-nya <a href="http://www.biblegateway.com/passage/?search=Daniel%208%20;&amp;version=ALAB" rel="nofollow">http://www.biblegateway.com/passage/?search=Daniel%208%20;&amp;version=ALAB</a>;</p>
<p>&#8220;jika anda berpegang pada kitab daniel itu, berarti anda yakin bahwa Dzulqarnain adalah raja Cyrus the Great ya? krn banyak komentator kitab itu, yang menyebutkan bahwa domba jantan bertanduk dua adalah cyirus. (halim)&#8221; &#8211; Saya sudah bilang saat ini saya meyakini bahwa Dzul&#8217;qarnayn adalah raja Media dan Persia di dalam tafsir dinyatakan Cyrus dan Darius, dulu saya hampir menerima sepenuhnya asumsi bahwa orang yang dimaksudkan di dalam Al-Qur&#8217;an adalah Cyrus The Great, namun setelah mempelajari lebih teliti saya tidak bisa menerimanya, kenapa? karena saya masih berkeyakinan bahwa Dzulqarnayn adalah RAJA MEDIA DAN PERSIA YANG MONOTHEIS DAN BERIMAN KEPADA TUHAN BANI ISRAIL, sedangkan dari bukti sejarah Cyrus The Great ternyata adalah raja pagan penyembah Dewa Marduk, dari buku Flavius Josephus diketahui bahwa satu-satunya Raja Pesia kuno yang menyatakan mengimani Tuhannya Nabi Daniel Sebagai Tuhan Maha Benar dan Maha Kuasa adalah Darius The Great dan seperti halnya Cyrus namanya banyak disebutkan di dalam Kitab Daniel dan ia adalah penerus misi Cyrus dalam menyelesaikan pembangunan kota dan kuil di Yerusalem, ini sangat relevan jika diyakini bahwa Dzulqarnayn adalah raja Media dan Persia yang sangat berperan penting dalam perjalanan sejarah dan religius Bani Israil, bukan raja dari Yunani, kenapa? karena tidak ada satupun bukti yang menunjukan ketauhidan Alexander apalagi tentang keimanannya kepada Tuhan Bani Israil atau peran penting dalam sejarah dan kehidupan religius bani Israil malahan saat Alexander The Great masuk ke Jerusalem pernah terjadi masalah religius yang serius bagi bani Israil, salah satunya anda bisa baca:</p>
<p>&#8220;Tradisi sunat ditantang ketika Alexander Agung menaklukkan tanah Yahudi antara 334 SM dan 331 SM, dan sebagai hasilnya, budaya Yunani menyapu seluruh komunitas Yahudi. Ini merupakan sesuatu yang bertentangan dengan kepercayaan Yunani melanggar bentuk alami manusia, dan ini menyebabkan orang-orang Yahudi muda untuk mencoba untuk tampak tidak disunat, yang sangat kesal rabi Yahudi. Sebagai tanggapan, rabi Yahudi berpendapat bahwa kulup adalah ketidaksempurnaan yang harus dipotong untuk mengungkap bentuk laki-laki yang benar. (Gollaher, David L. Circumcision:  A History of the World’s Most Controversial Surgery. New York:  Basic Books, 2001. 1-30.), saya yakin anda belum pernah membaca tentang masalah ini tapi saya juga yakin pasti anda akan berkata: “anda menelan mentah-mentah tulisan orang barat” atau “anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat&#8221;. </p>
<p>Masa pemerintahan Darius The Great selama 36 tahun, kecakapannya dalam bidang militer, arsitektur, administrasi negara, wilayah kekuasaanya yang mencakup Macedonia, Thrace, Asia Minor, Mesir sampai ke Punjab dan invasi ke Saka; tidak ada kendala banginya untuk melakukan perjalanan seseuai dengan apa yang disebutkan di dalam Al Qur&#8217;an, namun untuk meng-claim sesuatu tentang sejarah harus dibuktikan dengan catatan dan peninggalan sejarah yang valid, apalagi ketika sejarah, mitos dan legenda sudah tercampur aduk memang sulit untuk menemukan kebenaran namun sebaiknya kita tidak perlu tergesa-gesa meng-claim seseorang sebagai Dzulqarnayn, karena jika salah malah menjadi bumerang bagi muslim, apalagi dengan memanipulasi text asing yang terkenal dan diakui secara universal; sangat tidak bisa dipertanggung-jawabkan dan malah akan menjerumuskan muslim sendiri.</p>
<p>Saat ini muslim kesulitan untuk membela diri atas tuduhan bahwa Al Qur&#8217;an tidak akurat tentang Dzulqarnayn dengan mencalonkan Raja Pagan (Alexander &amp; Cyrus), padahal yang tidak akurat bukan Al-Qur&#8217;an-nya melainkan para ahli tafsir yang tergesa-gesa dan saling berbeda pendapat, karena Al Qur&#8217;an tidak pernah menyebut Alexander atau Cyrus sebagai Dzulqarnayn serta masih banyaknya bukti sejarah yang belum tergali yang bisa jadi jika ditemukan bisa merubah pendapat kita semua sejauh 180°.</p>
<p>Hal yang sama juga terjadi dikalangan Yahudi dan Kristen, karena &#8220;Messiah&#8221; yang dijanjikan Yahweh didalam Kitab Perjanjian Lama (Isaiah 44) sebagai gembala yang diurapi Tuhan untuk membebaskan kaum Yahudi di Babylonia adalah Cyrus namun ternyata pada tahun 1879 ditemukan prasasti (Cyrus Cylinder) di Babilonia bahwa Cyrus adalah raja pagan penyembah Dewa Marduk, lalu muncullah teori-teori pengesahan sampai-sampai ada sebuah karya sastra yang menyebutkan bahwa Cyrus adalah anak Esther dan merupakan saudara sedarah Yahudi, adapula sebuah komunitas yang mencoba membandingkan Yahweh dengan Marduk untuk menyimpulkan bahwa Yahweh dan Marduk adalah Tuhan yang sama.</p>
<p>Jadi intinya saya setuju dengan nasehat anda untuk berhati-hati, namun saya juga minta anda untuk berhati-hati dan jangan tergesa-gesa serta menelan mentah-mentah buku yang menyatakan bahwa Alexander adalah Dzulqarnayn, teori ini sudah diruntuhkan beratus tahun yang lalu, untuk menegakkannya diperlukan bukti dan catatan sejarah yang valid bukan dengan memanipulasi catatan sejarah yang ada, makanya saya katakan kepada anda jika anda bisa menunjukan &#8220;bukti yang valid dan shahih (minimal hasan)&#8221; pasti akan saya terima dan kita tidak perlu berdebat kusir tak berkesudahan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Alexander The Great, Monotheis? by Halim</title>
		<link>http://yanrizal.com/?p=777&#038;cpage=1#comment-952</link>
		<dc:creator>Halim</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 23:41:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yanrizal.com/?p=777#comment-952</guid>
		<description>Sdr Yan Rizal Supardi, sebagai seorang muslim, mengapa anda masih menganggu dan menipu sbagamana dalam diskusi http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697
Banyak komentar saya yang anda hapus, sperti juga komentar saya dalam blok anda itu. 
kalau anda tidak setuju dgn komentar saya , jawab saja dan jangan mengkorup tulisan orang. Berhati-hatilah krn sifat jelek anda ini akan kembali kepada anda sendiri. perbuatan dosa itu hanya akan kembali kepada pelakunya. apakah ini sifat hasud, iri krn kalah diskusi. apa seperti ini sifat asli Yan Rizal Supardi?
Lebih baik anda urusi blog anda sendiri mr. take care of islam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr Yan Rizal Supardi, sebagai seorang muslim, mengapa anda masih menganggu dan menipu sbagamana dalam diskusi <a href="http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697" rel="nofollow">http://visipramudia.wordpress.com/2008/04/24/dzulqarnain-bukan-alexander-agung/#comment-697</a><br />
Banyak komentar saya yang anda hapus, sperti juga komentar saya dalam blok anda itu.<br />
kalau anda tidak setuju dgn komentar saya , jawab saja dan jangan mengkorup tulisan orang. Berhati-hatilah krn sifat jelek anda ini akan kembali kepada anda sendiri. perbuatan dosa itu hanya akan kembali kepada pelakunya. apakah ini sifat hasud, iri krn kalah diskusi. apa seperti ini sifat asli Yan Rizal Supardi?<br />
Lebih baik anda urusi blog anda sendiri mr. take care of islam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Alexander The Great, Monotheis? by Halim</title>
		<link>http://yanrizal.com/?p=777&#038;cpage=1#comment-950</link>
		<dc:creator>Halim</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 15:42:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yanrizal.com/?p=777#comment-950</guid>
		<description>Sdr Yan demi Allah anda sebgai seorang muslim  ternyata tidak bisa jujur, tidak bisa adil dalam berdiskusi. Anda sering menghilangkan tulisan saya, biar hanya Allah tahu kedustaan anda. 
kedustaan itu besar dosanya dlm pandangan Allah, kenapa anda begitu berani berdusta dengan merekayasa tulisan saya itu. Saya yakin, anda sdr Yan tidak akan meposting tulisan ini, tapi demi Allah, saya minta dari kedalaman relung hati anda jujurlah dan jangan menipu umat.
Rasulullah saw pernah bersabda, &quot;Penipu itu bukan umatku!&quot;
saya serahkan semua ini kepada Allah yang Maha Mengetahui. fikirkanlah dalam-dalam nasehat saya demi kebaikan anda sendiri dan umat ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr Yan demi Allah anda sebgai seorang muslim  ternyata tidak bisa jujur, tidak bisa adil dalam berdiskusi. Anda sering menghilangkan tulisan saya, biar hanya Allah tahu kedustaan anda.<br />
kedustaan itu besar dosanya dlm pandangan Allah, kenapa anda begitu berani berdusta dengan merekayasa tulisan saya itu. Saya yakin, anda sdr Yan tidak akan meposting tulisan ini, tapi demi Allah, saya minta dari kedalaman relung hati anda jujurlah dan jangan menipu umat.<br />
Rasulullah saw pernah bersabda, &#8220;Penipu itu bukan umatku!&#8221;<br />
saya serahkan semua ini kepada Allah yang Maha Mengetahui. fikirkanlah dalam-dalam nasehat saya demi kebaikan anda sendiri dan umat ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Alexander The Great by Halim</title>
		<link>http://yanrizal.com/?p=236&#038;cpage=1#comment-942</link>
		<dc:creator>Halim</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 14:03:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yanrizal.com/?p=236#comment-942</guid>
		<description>anda telah berdusta dengan mengatasnamakan saya dengan kalimat terakhir anda, yang seakan-akan saya tidak percaya qur&#039;an. Kalimat terakhir anda itu dengan memberi sumber nama saya,  adalah tidak pernah saya tulis seperti itu. anda Yan benar-benar seorang pendusta, dengan kalimat terakhir itu. coba periksa teliti apakah saya pernah menulis seperti yang anda tulis dalam kalimat terakhir itu?

Jika anda yakin bahwa nama gelaran &quot;zulqarnain&quot; ada dalam Taurat  coba sebutkan. pasti tidak ada. karena kitap daniel itu bukan taurat.  Taurat itu hanya lima kitab awal perjanjian lama. 
dalam kitab daniel, hanya disebut domba jantan&#039;&#039;&#039;tanduknya dua&quot;, baca: 
(3) Aku mengangkat mukaku dan melihat, tampak seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir. 
(4) Aku melihat domba jantan itu menanduk ke barat, ke utara dan ke selatan, dan tidak ada seekor binatangpun yang tahan menghadapi dia, dan tidak ada yang dapat membebaskan dari kuasanya; ia berbuat sekehendak hatinya dan membesarkan diri.
(5) Tetapi sementara aku memperhatikannya, tampak seekor kambing jantan datang dari sebelah barat, yang melintasi seluruh bumi tanpa menginjak tanah; dan kambing jantan itu mempunyai satu tanduk yang aneh di antara kedua matanya.
(6) Ia datang pada domba jantan yang dua tanduknya dan yang kulihat berdiri di depan sungai itu, lalu menyerangnya dengan keganasan yang hebat. (Kitab daniel 8:3-6)

jelas ini berbeda jauh dengan ayat qur&#039;an bahasa arab, yang menyebut &quot;Dzu-lqarnain&quot; (pemilik dua tanduk). 
Jika anda berkeyakinan bahwa nama gelar  &quot;Dzulqarnain&quot; ada dalam Taurat maupun kitab para nabi bani israel (termasuk kitab Daniel), maka orang-orang ahlul kitab akan menuduh bahwa Nabi Muhammad saw mencontoh kitab itu. Padahal nama gelar &quot;Dzulqarnain&quot; memang tidak pernah ada dalam kitab-kitab lama itu, dan pertama kali muncul gelar itu hanya di kitab Al Qur&#039;an. 
Anda katanya membela Islam dan ingin menyelamatka Islam  (mr. take care of islam), tapi semua analisis dan kesimpulan anda tentang masalah ini justru merugikan Islam.

jika anda berpegang pada kitab daniel itu, berarti anda yakin bahwa dzulqarnain adalah raja Cyrus the Great ya? krn banyak komentator kitab itu, yang menyebutkan bahwa domba jantan bertanduk dua adalah cyirus. 

dalam konteks ini, saya sering mengingatkan anda: 
agar tdk menelan mentah-mentah tulisan orang barat” atau “anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat” - 

dan anda saudara Yan tidak setuju dengan nasehat baik ini, bahkan anda mengimani penulis barat plutarch yang jelas-jelas pagan itu. 
Memang semua sumber sejarah ttg alexander berasal dari barat, oleh karena itu kita sebagai mukmin perlu mengkaji  dengan teliti tulisan itu agar tidak ikut tersalah. 
sebagaimana sering sya kasih contoh, bahwa sebagian besar kisah sejarah ttg Yesus ditulis oleh para penulis barat (Yunani-Romawi), apakah anda akan setuju/yakin dengan kebenarannya semua? terutama mengenai agama Yesus? 
permisalan inilah yang coba ditampilkan oleh penulis buku &quot;Alexander adalah Zulqarnain&quot;, yaitu agar kita sebagai muslim berhati-hati dalam mengkaji figur2 sejarah yg ditulis oleh barat kuno (Yunani Roman) dan barat modern. 
apakah jika salah  kita berhati-hati terhadap tulisan penulis barat mengenai tokoh2 sejarah (termasuk alexander)? apakah salah jika kita tidak menelan mentah-mentah pendpat para penulis barat itu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>anda telah berdusta dengan mengatasnamakan saya dengan kalimat terakhir anda, yang seakan-akan saya tidak percaya qur&#8217;an. Kalimat terakhir anda itu dengan memberi sumber nama saya,  adalah tidak pernah saya tulis seperti itu. anda Yan benar-benar seorang pendusta, dengan kalimat terakhir itu. coba periksa teliti apakah saya pernah menulis seperti yang anda tulis dalam kalimat terakhir itu?</p>
<p>Jika anda yakin bahwa nama gelaran &#8220;zulqarnain&#8221; ada dalam Taurat  coba sebutkan. pasti tidak ada. karena kitap daniel itu bukan taurat.  Taurat itu hanya lima kitab awal perjanjian lama.<br />
dalam kitab daniel, hanya disebut domba jantan&#8221;&#8217;tanduknya dua&#8221;, baca:<br />
(3) Aku mengangkat mukaku dan melihat, tampak seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir.<br />
(4) Aku melihat domba jantan itu menanduk ke barat, ke utara dan ke selatan, dan tidak ada seekor binatangpun yang tahan menghadapi dia, dan tidak ada yang dapat membebaskan dari kuasanya; ia berbuat sekehendak hatinya dan membesarkan diri.<br />
(5) Tetapi sementara aku memperhatikannya, tampak seekor kambing jantan datang dari sebelah barat, yang melintasi seluruh bumi tanpa menginjak tanah; dan kambing jantan itu mempunyai satu tanduk yang aneh di antara kedua matanya.<br />
(6) Ia datang pada domba jantan yang dua tanduknya dan yang kulihat berdiri di depan sungai itu, lalu menyerangnya dengan keganasan yang hebat. (Kitab daniel 8:3-6)</p>
<p>jelas ini berbeda jauh dengan ayat qur&#8217;an bahasa arab, yang menyebut &#8220;Dzu-lqarnain&#8221; (pemilik dua tanduk).<br />
Jika anda berkeyakinan bahwa nama gelar  &#8220;Dzulqarnain&#8221; ada dalam Taurat maupun kitab para nabi bani israel (termasuk kitab Daniel), maka orang-orang ahlul kitab akan menuduh bahwa Nabi Muhammad saw mencontoh kitab itu. Padahal nama gelar &#8220;Dzulqarnain&#8221; memang tidak pernah ada dalam kitab-kitab lama itu, dan pertama kali muncul gelar itu hanya di kitab Al Qur&#8217;an.<br />
Anda katanya membela Islam dan ingin menyelamatka Islam  (mr. take care of islam), tapi semua analisis dan kesimpulan anda tentang masalah ini justru merugikan Islam.</p>
<p>jika anda berpegang pada kitab daniel itu, berarti anda yakin bahwa dzulqarnain adalah raja Cyrus the Great ya? krn banyak komentator kitab itu, yang menyebutkan bahwa domba jantan bertanduk dua adalah cyirus. </p>
<p>dalam konteks ini, saya sering mengingatkan anda:<br />
agar tdk menelan mentah-mentah tulisan orang barat” atau “anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat” &#8211; </p>
<p>dan anda saudara Yan tidak setuju dengan nasehat baik ini, bahkan anda mengimani penulis barat plutarch yang jelas-jelas pagan itu.<br />
Memang semua sumber sejarah ttg alexander berasal dari barat, oleh karena itu kita sebagai mukmin perlu mengkaji  dengan teliti tulisan itu agar tidak ikut tersalah.<br />
sebagaimana sering sya kasih contoh, bahwa sebagian besar kisah sejarah ttg Yesus ditulis oleh para penulis barat (Yunani-Romawi), apakah anda akan setuju/yakin dengan kebenarannya semua? terutama mengenai agama Yesus?<br />
permisalan inilah yang coba ditampilkan oleh penulis buku &#8220;Alexander adalah Zulqarnain&#8221;, yaitu agar kita sebagai muslim berhati-hati dalam mengkaji figur2 sejarah yg ditulis oleh barat kuno (Yunani Roman) dan barat modern.<br />
apakah jika salah  kita berhati-hati terhadap tulisan penulis barat mengenai tokoh2 sejarah (termasuk alexander)? apakah salah jika kita tidak menelan mentah-mentah pendpat para penulis barat itu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Alexander The Great, Monotheis? by Yan</title>
		<link>http://yanrizal.com/?p=777&#038;cpage=1#comment-941</link>
		<dc:creator>Yan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 02:39:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yanrizal.com/?p=777#comment-941</guid>
		<description>Saya sudah bisa tebak komentar anda dan saya bisa menyimpulkan bahwa anda masih &quot;menelan mentah-mentah&quot; buku Wisnu Sasongko sehingga anda akan selalu mengatakan: &quot;anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat&quot;, bagi siapa saja yang berbeda pendapat dengan keyakinan anda dan akan berupaya membela tulisan wisnu sasongko meskipun kalau kita telaah dia terlalu tergesa-gesa menyimpulkan ketauhidan alexander dari monotheisme gurunya.

Semestinya andalah yang harus berhati-hati karena yang menuduh alexander hendak membunuh gurunya sendiri bukan Peter Green, melainkan Michael H. Hart dalam bukunya yang diterjemahkan oleh H. Mahbub Djunaidi (1982), berjudul Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah.

saya sengaja menjebak anda karena saya yakin bahwa anda tidak tahu &quot;konsep ajaran monotheisme socrates, plato dan aristotle&quot;, konsep monotheisme Socrates itu sudah terkubur sejak kematiannya karena tidak ada jejak karyanya yang ditemukan, pengetahuan tentang monotheisme socrates yang paling shahih hanya dapat dibaca dari karya muridnya Plato yaitu APOLOGY, CRITO AND PHÆDO OF SOCRATES namun tidak ada dijelaskan konsep monotheisme Socrates didalam karya Plato tersebut.

Konsep monotheisme Plato dan Aristotle juga sangat berbeda antara satu dengan lainnya dan konsep mereka tidak bisa diterima oleh ajaran Islam, Yahudi dan Kristen, khususnya Aristotle yang menyatakan bahwa Theos (Tuhan) adalah “penggerak yang tidak bergerak” atau “unmoved mover” yang mana Tuhan disifatkan sebagai sesuatu yang pasif bahkan Dia tidak menciptakan alam semesta karena menurut Aristotle alam semesta bersifat eternal (kekal) tiada awal dan tiada akhir.

Bisa jadi Socrates adalah Luqmanul Hakim (seperti keyakinan wisnu sasongko) tapi bisa juga Socrates bukan Luqmanul Hakim, karena banyak hal gaib dari kisah mereka dan ada perbedaan yang signifikan antara mereka; Luqman berprofesi sebagai tukang kayu dan pernah menjadi budak (menurut ibnu katsir), sedangkan Socrates tidak pernah menjadi budak; sejarah menyebutkan bahwa dia adalah seorang pemahat patung batu, pengajar dan mantan tentara.

Anda harus tahu bahwa Callisthenes (keponakan Aristotle) yang dihukum mati oleh alexander juga merupakan murid Aristotle, namun Callisthenes dianggap penghianat oleh Alexander karena dia adalah orang yang paling berani menolak kebijakan Alexander yang menyimpang seperti Proskynesis; yaitu ritual yang diperkenalkan oleh Alexander yang dilaksanakan pada saat seseorang menghadap raja yang mana Callisthenes menganggap ritual tersebut lebih pantas dilakukan untuk para dewa.  

Anda juga harus tahu bahwa Aristotle beda prinsip dengan Alexander dan dari catatan sejarah kontak mereka hanya berlangsung satu tahun 343 SM - 342 SM dan hubungan mereka merenggang setelah itu sampai kematian benar-benar memisahkan mereka; Alexander meninggal tahun 323 SM di babylon sedangkan Aristotle meningal tahun 322 SM di Euboea Yunani, 

Namun saya punya keyakinan (berdasarkan pengalaman) bahwa anda akan berkata: &quot;anda menelan mentah-mentah tulisan orang barat&quot; atau &quot;anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat&quot;, sehingga apapun pengetahuan yang saya sampaikan jika bersifat kontradiktif dengan keyakinan anda maka pendapat itu tidak akan anda terima.

Tentang hadist dhaif yang lucu mengenai dialog Alexander dengan malaikat yang bersanad kepada Ibnu Lahi’ah, sayakan sudah sampaikan bahwa itu tidak bisa dipertanggungjawabkan dan lemah tapi anda insist memunculkan itu kembali malah anda dengan lantang mengatakan: &quot;ini semua shahih menunjukkan bahwa Alexander adalah Zulqarnain (halim)&quot;

Saya ingat ajaran Aristotle yang anda yakini yaitu SILOGISME, saya punya silogisme untuk anda tentang hadist shahih dan bukti sejarah tentang alexander:

Musyrikin tidak memelihara janggut (premis mayor)
Alexander adalah laki-laki pertama yang membuat trend laki-laki tidak memelihara janggut (premis minor)
Alexander adalah Musyrik (conclusion)

Orang kufur percaya pada ucapan dukun dan peramal (premis mayor)
Alexander mendatangi dan mempercayai ucapan peramal (premis minor)
Alexander adalah kufur (conclusion)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sudah bisa tebak komentar anda dan saya bisa menyimpulkan bahwa anda masih &#8220;menelan mentah-mentah&#8221; buku Wisnu Sasongko sehingga anda akan selalu mengatakan: &#8220;anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat&#8221;, bagi siapa saja yang berbeda pendapat dengan keyakinan anda dan akan berupaya membela tulisan wisnu sasongko meskipun kalau kita telaah dia terlalu tergesa-gesa menyimpulkan ketauhidan alexander dari monotheisme gurunya.</p>
<p>Semestinya andalah yang harus berhati-hati karena yang menuduh alexander hendak membunuh gurunya sendiri bukan Peter Green, melainkan Michael H. Hart dalam bukunya yang diterjemahkan oleh H. Mahbub Djunaidi (1982), berjudul Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah.</p>
<p>saya sengaja menjebak anda karena saya yakin bahwa anda tidak tahu &#8220;konsep ajaran monotheisme socrates, plato dan aristotle&#8221;, konsep monotheisme Socrates itu sudah terkubur sejak kematiannya karena tidak ada jejak karyanya yang ditemukan, pengetahuan tentang monotheisme socrates yang paling shahih hanya dapat dibaca dari karya muridnya Plato yaitu APOLOGY, CRITO AND PHÆDO OF SOCRATES namun tidak ada dijelaskan konsep monotheisme Socrates didalam karya Plato tersebut.</p>
<p>Konsep monotheisme Plato dan Aristotle juga sangat berbeda antara satu dengan lainnya dan konsep mereka tidak bisa diterima oleh ajaran Islam, Yahudi dan Kristen, khususnya Aristotle yang menyatakan bahwa Theos (Tuhan) adalah “penggerak yang tidak bergerak” atau “unmoved mover” yang mana Tuhan disifatkan sebagai sesuatu yang pasif bahkan Dia tidak menciptakan alam semesta karena menurut Aristotle alam semesta bersifat eternal (kekal) tiada awal dan tiada akhir.</p>
<p>Bisa jadi Socrates adalah Luqmanul Hakim (seperti keyakinan wisnu sasongko) tapi bisa juga Socrates bukan Luqmanul Hakim, karena banyak hal gaib dari kisah mereka dan ada perbedaan yang signifikan antara mereka; Luqman berprofesi sebagai tukang kayu dan pernah menjadi budak (menurut ibnu katsir), sedangkan Socrates tidak pernah menjadi budak; sejarah menyebutkan bahwa dia adalah seorang pemahat patung batu, pengajar dan mantan tentara.</p>
<p>Anda harus tahu bahwa Callisthenes (keponakan Aristotle) yang dihukum mati oleh alexander juga merupakan murid Aristotle, namun Callisthenes dianggap penghianat oleh Alexander karena dia adalah orang yang paling berani menolak kebijakan Alexander yang menyimpang seperti Proskynesis; yaitu ritual yang diperkenalkan oleh Alexander yang dilaksanakan pada saat seseorang menghadap raja yang mana Callisthenes menganggap ritual tersebut lebih pantas dilakukan untuk para dewa.  </p>
<p>Anda juga harus tahu bahwa Aristotle beda prinsip dengan Alexander dan dari catatan sejarah kontak mereka hanya berlangsung satu tahun 343 SM &#8211; 342 SM dan hubungan mereka merenggang setelah itu sampai kematian benar-benar memisahkan mereka; Alexander meninggal tahun 323 SM di babylon sedangkan Aristotle meningal tahun 322 SM di Euboea Yunani, </p>
<p>Namun saya punya keyakinan (berdasarkan pengalaman) bahwa anda akan berkata: &#8220;anda menelan mentah-mentah tulisan orang barat&#8221; atau &#8220;anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat&#8221;, sehingga apapun pengetahuan yang saya sampaikan jika bersifat kontradiktif dengan keyakinan anda maka pendapat itu tidak akan anda terima.</p>
<p>Tentang hadist dhaif yang lucu mengenai dialog Alexander dengan malaikat yang bersanad kepada Ibnu Lahi’ah, sayakan sudah sampaikan bahwa itu tidak bisa dipertanggungjawabkan dan lemah tapi anda insist memunculkan itu kembali malah anda dengan lantang mengatakan: &#8220;ini semua shahih menunjukkan bahwa Alexander adalah Zulqarnain (halim)&#8221;</p>
<p>Saya ingat ajaran Aristotle yang anda yakini yaitu SILOGISME, saya punya silogisme untuk anda tentang hadist shahih dan bukti sejarah tentang alexander:</p>
<p>Musyrikin tidak memelihara janggut (premis mayor)<br />
Alexander adalah laki-laki pertama yang membuat trend laki-laki tidak memelihara janggut (premis minor)<br />
Alexander adalah Musyrik (conclusion)</p>
<p>Orang kufur percaya pada ucapan dukun dan peramal (premis mayor)<br />
Alexander mendatangi dan mempercayai ucapan peramal (premis minor)<br />
Alexander adalah kufur (conclusion)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Alexander The Great by Yan</title>
		<link>http://yanrizal.com/?p=236&#038;cpage=1#comment-940</link>
		<dc:creator>Yan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 01:36:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yanrizal.com/?p=236#comment-940</guid>
		<description>&quot;Anda keliru lagi memahami komentar saya ato memang sengaja seolah-olah tak paham utk lari dari konteksnya.&quot; (halim) - anda ini masih juga sok cerdas.

&quot;yang saya anggap musyrik itu bukan wajahnya tetapi pribadi yesus yang dilukis berada di atas langit sambil seakan-akan menjaga bumi ....&quot; (halim) - lagi-lagi anda berlebihan, ada ratusan gambar yang saya perlihatkan dan anda men-generalisir dengan satu gambar yang anda simpulkan secara emosional.

&quot;saya sudah sering tunjukkan dalam diskusi tapi hanya pemahaman anda saja yang keras kepala. Bahwa pendapat plutarch yang anda sebutkan itu, yang mengangap Alexander sebagai anakl tuhan dsb&quot; (halim) - lagi-lagi sifat anda yang asli keluar, saya beri contoh plutarch karena penulis yang anda imani (wisnu sasongko) mengambil text plutarch yang dimanipulasi untuk menunjukan ketauhidan alexander, jika saya beri contoh dari buku yang lain jawaban anda sudah pasti; “anda menelan mentah-mentah tulisan orang barat” atau “anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat” padahal semua sumber sejarah Alexander berasal dari penulis barat.

&quot;Kalau ingin teks shahih buka Al Quran surat Al Kahfi ayat 83-88, dimana dalam ayat itu Alexander disbt dengan gelar Zulqarnain (halim)&quot; - Surat Al Kahfi tidak menyebut &quot;Alexander&quot; sama sekali, melainkan hanya menyebutkan &quot;Dzulqarnayn&quot;. Satu hal yang harus anda ketahui bahwa Dzulqarnayn adalah gelar yang disebutkan dalam al-Qur’an juga dinyatakan dalam Taurat. Gelar Dzulqarnayn bermula dari sebab pewahyuan (sya’n al-nuzul) ayat-ayat terkait dengan Dzulqarnayn, adalah pengajuan pertanyaan: “Mereka menanyakan kepadamu tentang Dzulqarnayn.” (Qs. Al-Kahf [18]:83). Pertanyaan ini diajukan oleh Quraish dengan provokasi Yahudi kepada Rasulullah SAW dan mereka ingin menyulitkan Rasulullah SAW dengan pertanyaan pelik seperti ini. Melalui jalan seperti ini mereka hendak menaklukkan Rasulullah SAW sehingga bisa menolak kenabiannya. Karena itu, secara pasti, Dzulqarnayn yang disebutkan dalam al-Qur’an adalah Dzulqarnayn yang disebutkan dalam Taurat. Ciri-cirinya yang dinyatakan dalam al-Qur’an dan Taurat jelas. Objek luaran (mishdaq) Dzulqarnayn dalam Taurat (kitab Daniel Bab 8 ayat 20 versi bahasa Arab) sangat jelas. Dzulqarnayn adalah raja orang Media dan Persia,  bukan raja dari Yunani yang dinyatakan sebagai kambing jantan yang berbulu kesat dengan tanduk besar yang di antara kedua matanya (kitab Daniel Bab 8 ayat 21), lihat http://yanrizal.com/?p=288

Jadi Al Qur&#039;an dan Taurat TIDAK PERNAH menjadi &quot;bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih (halim).&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Anda keliru lagi memahami komentar saya ato memang sengaja seolah-olah tak paham utk lari dari konteksnya.&#8221; (halim) &#8211; anda ini masih juga sok cerdas.</p>
<p>&#8220;yang saya anggap musyrik itu bukan wajahnya tetapi pribadi yesus yang dilukis berada di atas langit sambil seakan-akan menjaga bumi &#8230;.&#8221; (halim) &#8211; lagi-lagi anda berlebihan, ada ratusan gambar yang saya perlihatkan dan anda men-generalisir dengan satu gambar yang anda simpulkan secara emosional.</p>
<p>&#8220;saya sudah sering tunjukkan dalam diskusi tapi hanya pemahaman anda saja yang keras kepala. Bahwa pendapat plutarch yang anda sebutkan itu, yang mengangap Alexander sebagai anakl tuhan dsb&#8221; (halim) &#8211; lagi-lagi sifat anda yang asli keluar, saya beri contoh plutarch karena penulis yang anda imani (wisnu sasongko) mengambil text plutarch yang dimanipulasi untuk menunjukan ketauhidan alexander, jika saya beri contoh dari buku yang lain jawaban anda sudah pasti; “anda menelan mentah-mentah tulisan orang barat” atau “anda harus hati-hati terhadap pendapat penulis barat” padahal semua sumber sejarah Alexander berasal dari penulis barat.</p>
<p>&#8220;Kalau ingin teks shahih buka Al Quran surat Al Kahfi ayat 83-88, dimana dalam ayat itu Alexander disbt dengan gelar Zulqarnain (halim)&#8221; &#8211; Surat Al Kahfi tidak menyebut &#8220;Alexander&#8221; sama sekali, melainkan hanya menyebutkan &#8220;Dzulqarnayn&#8221;. Satu hal yang harus anda ketahui bahwa Dzulqarnayn adalah gelar yang disebutkan dalam al-Qur’an juga dinyatakan dalam Taurat. Gelar Dzulqarnayn bermula dari sebab pewahyuan (sya’n al-nuzul) ayat-ayat terkait dengan Dzulqarnayn, adalah pengajuan pertanyaan: “Mereka menanyakan kepadamu tentang Dzulqarnayn.” (Qs. Al-Kahf [18]:83). Pertanyaan ini diajukan oleh Quraish dengan provokasi Yahudi kepada Rasulullah SAW dan mereka ingin menyulitkan Rasulullah SAW dengan pertanyaan pelik seperti ini. Melalui jalan seperti ini mereka hendak menaklukkan Rasulullah SAW sehingga bisa menolak kenabiannya. Karena itu, secara pasti, Dzulqarnayn yang disebutkan dalam al-Qur’an adalah Dzulqarnayn yang disebutkan dalam Taurat. Ciri-cirinya yang dinyatakan dalam al-Qur’an dan Taurat jelas. Objek luaran (mishdaq) Dzulqarnayn dalam Taurat (kitab Daniel Bab 8 ayat 20 versi bahasa Arab) sangat jelas. Dzulqarnayn adalah raja orang Media dan Persia,  bukan raja dari Yunani yang dinyatakan sebagai kambing jantan yang berbulu kesat dengan tanduk besar yang di antara kedua matanya (kitab Daniel Bab 8 ayat 21), lihat <a href="http://yanrizal.com/?p=288" rel="nofollow">http://yanrizal.com/?p=288</a></p>
<p>Jadi Al Qur&#8217;an dan Taurat TIDAK PERNAH menjadi &#8220;bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih (halim).&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Alexander The Great by Halim</title>
		<link>http://yanrizal.com/?p=236&#038;cpage=1#comment-939</link>
		<dc:creator>Halim</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 13:12:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yanrizal.com/?p=236#comment-939</guid>
		<description>Bukti Plutarc (penulis kisah Alexander) adalah penganut paganisme dewa-dewi yunani dapat dilihat di sini: 

&quot;For many years Plutarch served as one of the two priests at the temple of Apollo at Delphi (the site of the famous Delphic Oracle) twenty miles from his home&quot; 
 sumber lihat: http://www.e-classics.com/plutarch.htm

Dalam konteks pembicaraan keagamaan alexander, maka pendapat plutarc  jangan kita telan mentah-mentah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukti Plutarc (penulis kisah Alexander) adalah penganut paganisme dewa-dewi yunani dapat dilihat di sini: </p>
<p>&#8220;For many years Plutarch served as one of the two priests at the temple of Apollo at Delphi (the site of the famous Delphic Oracle) twenty miles from his home&#8221;<br />
 sumber lihat: <a href="http://www.e-classics.com/plutarch.htm" rel="nofollow">http://www.e-classics.com/plutarch.htm</a></p>
<p>Dalam konteks pembicaraan keagamaan alexander, maka pendapat plutarc  jangan kita telan mentah-mentah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Alexander The Great by Halim</title>
		<link>http://yanrizal.com/?p=236&#038;cpage=1#comment-938</link>
		<dc:creator>Halim</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 13:07:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yanrizal.com/?p=236#comment-938</guid>
		<description>Anda keliru lagi memahami komentar saya ato memang sengaja seolah-olah tak paham utk lari dari konteksnya. 
yang saya anggap musyrik itu bukan wajahnya tetapi pribadi yesus yang dilukis berada di atas langit sambil seakan-akan menjaga bumi lihat: http://www.google.co.id/imglanding?q=Jesus&amp;imgurl=http://4.bp.blogspot.com/_riUwzlo3tN4/S_zX-Yr8a (ini dari salah satu web site yang anda tawarkan pada saya)

saya kutip pendapat anda:
&quot;dari dulu anda berkoar-koar kesana-kemari, bertanya ini-itu kepada saya, menuduh saya yang bukan-bukan tetapi permintaan saya yang cuma sebiji dan sepele belum pula bisa dijawab: “tunjukan pada kami bukti ketauhidan alexander yang valid dan shahih (minimal hasan)” (Yan)

saya sudah sering tunjukkan dalam diskusi tapi hanya pemahaman anda saja yang keras kepala. Bahwa pendapat plutarch yang anda sebutkan itu, yang mengangap Alexander sebagai anakl tuhan dsb, maka jawaban  saya: hati-hatilah jika bicara keagamaan dari orang-orang kafir / pagan, anda tahu bahwa plutarc itu salah satu pendeta di kuil pagan apollo (ini banyak sumbernya), maka otomatis ketika plutarc menulis kisah alexander, agama alexander ditulis sesuai dengan fikiran pagan plutarc itu sendiri. 
Kalau ingin teks shahih buka Al Quran surat Al Kahfi ayat 83-88, dimana dalam ayat itu Alexander disbt dengan gelar Zulqarnain (Pemilik dua tanduk): 
(83) Wa yas-aluunaka ‘an dzilqarnaini, Qul sa atluu ‘alaikum minhu dzikraa)
Arti: Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulqarnain (Pemilik Dua Tanduk). Katakanlah:”Aku akan bacakan kepadamu (sedikit/sebagian) cerita tentangnya”.

(84) Innaa makkannaa lahuu fil ar-dhi wa aatainaahu min kulli syai-in sababaa)
Arti: Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (Sababaa untuk mencapai) segala sesuatu,

(85) Fa atba’a sababaa. – Arti: maka diapun menempuh suat jalan.

(86) Hattaa i-dzaa bala-gha maghribasy syamsi wa jadahaa taghrubu fii ‘ainin hami-atin wa wajada ‘indahaa qauman Qulnaa yaa dzalqarnaini immaa an tu’adz-dziba wa immaa an tatta-khi-dza fiihim husnaa.
Arti: Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari (maghribasy syamsi) , dia melihat matahari terbenam di dalam mata air yang berlumpur hitam (‘ainin hami-atin), dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata:”Hai Zulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”.

(87) Qaala ammaa man zhalama fa saufa nu’adz-dzibuhuu tsumma yuraddu ilaa rabbihii fa yu’adz-dzibuhuu ‘a-dzaaban nukraa
Arti: Berkata Zulqarnain: ”Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.

(88) Wa ammaa man aamana wa ‘amila shaalihan fa lahuu jazaa-anil husnaa wa sa naquulu lahuumin amrinaa yusraa
Arti: Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami”.

ini bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anda keliru lagi memahami komentar saya ato memang sengaja seolah-olah tak paham utk lari dari konteksnya.<br />
yang saya anggap musyrik itu bukan wajahnya tetapi pribadi yesus yang dilukis berada di atas langit sambil seakan-akan menjaga bumi lihat: <a href="http://www.google.co.id/imglanding?q=Jesus&amp;imgurl=http://4.bp.blogspot.com/_riUwzlo3tN4/S_zX-Yr8a" rel="nofollow">http://www.google.co.id/imglanding?q=Jesus&amp;imgurl=http://4.bp.blogspot.com/_riUwzlo3tN4/S_zX-Yr8a</a> (ini dari salah satu web site yang anda tawarkan pada saya)</p>
<p>saya kutip pendapat anda:<br />
&#8220;dari dulu anda berkoar-koar kesana-kemari, bertanya ini-itu kepada saya, menuduh saya yang bukan-bukan tetapi permintaan saya yang cuma sebiji dan sepele belum pula bisa dijawab: “tunjukan pada kami bukti ketauhidan alexander yang valid dan shahih (minimal hasan)” (Yan)</p>
<p>saya sudah sering tunjukkan dalam diskusi tapi hanya pemahaman anda saja yang keras kepala. Bahwa pendapat plutarch yang anda sebutkan itu, yang mengangap Alexander sebagai anakl tuhan dsb, maka jawaban  saya: hati-hatilah jika bicara keagamaan dari orang-orang kafir / pagan, anda tahu bahwa plutarc itu salah satu pendeta di kuil pagan apollo (ini banyak sumbernya), maka otomatis ketika plutarc menulis kisah alexander, agama alexander ditulis sesuai dengan fikiran pagan plutarc itu sendiri.<br />
Kalau ingin teks shahih buka Al Quran surat Al Kahfi ayat 83-88, dimana dalam ayat itu Alexander disbt dengan gelar Zulqarnain (Pemilik dua tanduk):<br />
(83) Wa yas-aluunaka ‘an dzilqarnaini, Qul sa atluu ‘alaikum minhu dzikraa)<br />
Arti: Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulqarnain (Pemilik Dua Tanduk). Katakanlah:”Aku akan bacakan kepadamu (sedikit/sebagian) cerita tentangnya”.</p>
<p>(84) Innaa makkannaa lahuu fil ar-dhi wa aatainaahu min kulli syai-in sababaa)<br />
Arti: Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (Sababaa untuk mencapai) segala sesuatu,</p>
<p>(85) Fa atba’a sababaa. – Arti: maka diapun menempuh suat jalan.</p>
<p>(86) Hattaa i-dzaa bala-gha maghribasy syamsi wa jadahaa taghrubu fii ‘ainin hami-atin wa wajada ‘indahaa qauman Qulnaa yaa dzalqarnaini immaa an tu’adz-dziba wa immaa an tatta-khi-dza fiihim husnaa.<br />
Arti: Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari (maghribasy syamsi) , dia melihat matahari terbenam di dalam mata air yang berlumpur hitam (‘ainin hami-atin), dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata:”Hai Zulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”.</p>
<p>(87) Qaala ammaa man zhalama fa saufa nu’adz-dzibuhuu tsumma yuraddu ilaa rabbihii fa yu’adz-dzibuhuu ‘a-dzaaban nukraa<br />
Arti: Berkata Zulqarnain: ”Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.</p>
<p>(88) Wa ammaa man aamana wa ‘amila shaalihan fa lahuu jazaa-anil husnaa wa sa naquulu lahuumin amrinaa yusraa<br />
Arti: Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami”.</p>
<p>ini bukti shahih dan valid bahwa Alexander adalah beriman dan beramal sholih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
